Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh
Disini aku akan menceritakan sedikit memorial tentang
lembar kehidupan pada bab atau bagian dari buku kehidupan ku yang sangat
penting, ya tentang sebuah perjalanan sebagai seorang mahasiswi. Masa-masa
remaja yang katanya sedang ‘kritis-kritis-nya’, masa-masa remaja yang katanya
sedang ‘idealis-idealis-nya’, masa-masa remaja yang katanya sedang
‘organisatoris-nya’ dan masa-masa dimana kehidupan berjalan yang pemeran
utamanya (read : kita) sudah bisa membaca, menilai, menyeleksi dan menentukan
langkah mana yang harus diambil, dikerjakan dan dijalani. Yaaa ini tentang
masa-masa perkuliahan, masa paling bersejarah dan paling penting dalam
kehidupan setiap orang yang merasakannya. Masa dimana seragam putih abu-abu itu
berubah menjadi tak berseragam.
Sedikit saya akan bercerita….
Pada awalnya semasa putih abu-abu itu (read : SMA),
sejak duduk dibangku kelas X (sepuluh) aku sudah membuat sebuah target tentang
jejak langkah ku kedepan. Aku akui, sejak kelas 9 SMP aku sudah menaksir salah
satu PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) di Indonesia. Yaa aku sudah menaksir STAN
(Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), sebuah PTK yang lulusnya menjadi PNS
(Pegawai Negeri Sipil) dibidang Keuangan. Sangat menarik bukan ? siapa yang
tidak tergiur ? mungkin ada, tapi hanya sedikit. Ditambah mamah yang berkecinpung
dibidang keuangan di kantornya, membuat aku menjadi ingin mengurusi hal-hal
yang berhubungan dengan akuntansi. Ya sejak kecil mamah suka bawa aku ke
kantornya, aku sudah melihat mamah kerja menggunakan computer yang
isinya tentang keuangan. Ah mah, Andini mau jadi Konsultan Akuntansi Perpajakan
! begitu egonya aku untuk menentukan sendiri tentang masa depan ku.
Seiring berjalannya waktu semasa sekolah saat SMA, aku
tingkatkan belajar ku agar aku bisa mewujudkan keinginanku. Aku fokus belajar,
aku hanya bisa pulang pergi ke sekolah dan les. Walau sempat ikut OSIS tapi hanya
berjalan satu tahun, mungkin karena jarak antara rumah dengan sekolah ku cukup
jauh dan trayek perjalanan yang kurang baik (banyak truk dan jalannya rusak),
ditambah Ayah ku yang menyuruhku untuk fokus belajar. Ya aku fokus sampai pada
saat masa-masa dimana sedang sibuk-sibuknya masuk Perguruan Tinggi, dikala
teman-teman ku les dilembaga umum untuk masuk PTN. Justru aku banting stir
untuk les masuk PTK khususnya STAN. Mungkin banyak yang melakukan hal seperti
ini, terbukti teman-teman ku di tempat les ini juga melakukan hal yang sama
denganku. Kita disini diajar dan belajar bersama kakak-kakak alumni dan
mahasiswa/i STAN. Diskusi bareng, sharring tips masuk STAN, belajar
bareng bahas-bahas soal di Bintaro Plaza atau sebelum masuk kelas, try out
kesana-kesini (online/offline), ikut hypnotherapy dan banyak
sekali kegiatan yang dijalani. Sampai aku bernazar dan berusaha totalitas
mengerahkan segala kemampuanku untuk bisa lulus, padahal saat itu tahun 2011
STAN hanya buka Pendidikan Diploma 1 untuk Pajak dan Bea Cukai. Tapi kenapa
masih saja banyak peminatnya hehe mungkin karena pendidikan gratis dan ada
jaminan pekerjaan dimasa depan kali ya hehe
Sampai-sampai aku sering banget pulang-pergi ke kampus
STAN bersama teman-teman les ku. Melihat anak-anak STAN keluar, ngumpul didalam
kampusnya dan selalu melirik mereka kalau kita bertemu mereka di Bintaro Plaza.
Huuffttt tidak sampai disitu, berbagai macam buku-buku kiat masuk STAN sampai
download contoh-contoh soal STAN semua aku simpan, aku pelajari soal demi soal
dan tidak sedikitpun yang terlewatkan, bahkan saat aku naik ke kelas XII SMA
aku sudah punya buku-bukunya dan sudah nyicil ngerjain soal-soalnya bahkan
sudah mulai ikut try out – try out nya. Huaaaaaaahhhhh semangat banget
yaaak !! haha ya begitulah namanya juga usaha, gak ada salahnya kan ? Pilihan
kedua ku adalah STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik), usaha ku ke STIS mungkin
tidak sebesar usaha ku ke STAN. Hhmmmm….aku gagal diseleksi STAN dan STIS yang
pertama, bahkan aku coba terus sampai aku dibangku kuliah semester 5, yup masih
coba seleksi masuk STAN dan STIS ! hhmm nekat ?? enggak hanya ingin memperbaiki
usaha saja, lalu bagaimana dengan kuliah ku saat itu ?? aku sudah sangat betah
dan betah sekali di kampus ku saat itu, ya kampus ku Poltekkes Kemenkes Jakarta
II Diploma III Jurusan Kesehatan Lingkungan. Lalu kalau sudah sangat betah
mengapa masih mencoba STAN dan STIS ?? hehe jawabannya karena aku masih
penasaran, banyak cerita orang-orang yang menjajal masuk STAN sampai batas umurnya
habis baru masuk, gak salah kan kalau aku berusaha ? aku berpikir saat itu
siapa tau aku bernasib sama seperti orang-orang itu, walau pada kenyataannya
tidak. Tapi bukankah ilmu itu tidak ada yang sia-sia ?? dan bukankah Allah SWT
menyuruh hamba-hamba-Nya untuk berusaha semaksimal mungkin ?? ambisius ? atau
obsesi ? haha mungkin terlihat dari luar seperti itu, tapi taukah kalian bahwa
mamah dan ayah ku sangat berharap anaknya PNS, karena mereka adalah karyawan
swasta. Gak salah kan kalau aku sebagai anaknya berusaha mewujudkan impian
mereka ? walau memang mereka sama sekali tidak memaksa, tidak PNS pun tidak
masalah :)
Tidak hanya sekedar STAN atau STIS saja, semua jalur
masuk perguruan tinggi negeri juga aku tempuh mulai dari PMDK, SNPMTN, UM, UMB,
Undangan ke beberapa PTN yang aku impikan saat itu (UIN Syahid Jakarta, IPB
D3/S1, UNSRI) dan bahkan sudah bersiap-siap perguruan swasta ITBK (Institut
Teknologi dan Bisnis Kalbe) yang berada dibawah naungan Perusahaan Kalbe Farma.
Semua PTN/PTS itu sama sekali gak memilih ‘kesehatan’ hehe jangankan memilih
emang sudah menghindar banget sama dunia kesehatan gak mau malah dan pernah
sempat bilang ke mamah gini “mamah aku gak mau kerja di rumah sakit sekalipun
itu bagian SDM atau Keuangan”. Bagaimana tidak aku bilang seperti ini, aku
sama sekali menghindar datang ke rumah sakit. Aku takut dan terkadang ada
beberapa rumah sakit yang ruangannya tidak enak wanginya hehe itu alasan ku
tidak mau ke rumah sakit.
Yup namanya juga hidup, usaha tetap saja berjalan
walau terkadang kita suka merasa kecewa sama hasilnya yang mungkin tidak sesuai
harapan. Hhmm namanya juga manusia, termasuk aku yang sempat beberapa kali
hampir saja terpuruk karena kegagalan-kegagalan dari usaha yang aku coba. Tapi
beruntungnya aku mempunyai kedua orang tua yang sangat luar biasa, menopang ku
saat aku hampir terjatuh, hingga aku bisa berdiri tegap lagi dan kembali berlari
mengejar mimpi.
Mungkin ini yang dinamakan ‘takdir’, dimana manusia
berusaha mengubah nasib tapi takdir Allah SWT belum merestui. Namun Allah SWT
masih memberikan kita kesempatan untuk selalu berdoa, ya karena hanya doa yang
bisa merubah takdir. Doa, doa dan doa, aku masih terus berharap dalam doa,
karena Allah Maha Mendengar, Maha Pengasih, Maha Mengabulkan dan Maha
Segala-galanya. Entah sekarang atau saat ini, entah besok, lusa atau nanti, In
shaa Allah, Dia Maha Memberi. Aamiin..
Disini aku banyak belajar tentang pentingnya rasa sabar, tentang hidup dan kehidupan, tentang iman kepada Qada dan Qadar. Ya tentang takdir yang bisa diubah, takdir
yang tidak bisa diubah dan takdir yang diusahakan. Ya disini pula aku menemukan
janji Allah dalam ayat cinta-Nya pada Surat Al-Baqarah : 216, surat yang sampai
saat ini masih aku coba terapkan sepenuh hati disetiap langkah-langkah ku dalam
berusahan, begini arti surat cinta-Nya :
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak
menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal
itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik
bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Surat Al-Baqarah : 216)
Lalu aku menyesal tidak jadi alumni di STAN atau PTN
lain yang aku impikan ??
Alhamdulillah jawabannya tidak ! (walau dulu batin dan
pikiran ku berkhayal dan berandai berkecamuk seolah-olah ada rasa menyesal
dalam dada). Mengapa ??? karena Allah memberikan yang lebih baik buat ku, aku
bangga dan bersyukur bisa hadir dan menjadi bagian dari keluarga besar Jurusan
Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II (sebuah PTN yang dulunya
adalah PTK Departemen Kesehatan).
Disini aku bertemu dosen-dosen yang luar biasa !
ketemu teman-teman yang membuat aku betah dan senang, bisa praktek yang
seru-seru mulai dari praktek keluar kampus, survei-survei, PKL, KKN ke Batang
Jawa Tengah dan buuuuaaaanyyyyyaaaaaaaaakkkkkkkk lagi yang indah-indah disini
hehe walaupun aku tidak memungkiri kalau aku kepingin banget bisa seperti
‘mereka-mereka’ di kampus lain. Bahkan disini aku bertemu para jundi-jundi
dakwah yang tergabung dalam organisasi bernama FOSTI “Forum Studi Islam”.
Teringat saat aku masih SMA berpikiran “hhmm nanti pas kuliah pengen aktif
ah di organisasi kayak SALAM UI”. Ya lebih dari itu, Allah SWT memberikan
FOSTI kepadaku, FOSTI yang istimewa buat aku dan perjalanan keimananku. Mereka
(FOSTI) yang mempertemukan aku dengan kader-kader Allah SWT yang luar biasa,
saling mengingatkan dijalan Allah SWT.
Alumni-alumni ku yang hebat-hebat, dosen-dosen ku yang
mantan pejabat di lingkungan Departemen Kesehatan. Setiap bertemu orang hebat
yang berhubungan dengan kesehatan selalu bilang “saya dari Hang Jebat III (nama
jalan kampus ku)” terlepas dari jurusan ATRO/TEM/KL/GIZI/ANFAR/FARMASI/TG.
Allah gak salah kasih aku ke Poltekkes Kemenkes Jakarta II, aku rasa ini yang
terbaik dibandingkan kampus lain atau bahkan kampus Poltekkes-Poltekkes yang
ada di Indonesia. Mungkin saja aku yang kurang bersyukur hehe
Tapi jujur hati kecil ku berkata bahwa “aku betah dan
sangaaaatttttt nyaman disini”, ya ditempat ini di kampus ku Jurusan Kesehatan
Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II dengan segala isi dan kegiatannya.
Alhamdulillah Alaa Kulli Hal….Segala puji bagi Allah
dalam setiap keadaan :)
Big thank's to Allah :)
ALLAH SWT IS A GOOD PLANNER !!!