Rabu, 24 Desember 2014

ALLAH SWT IS A GOOD PLANNER



Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Disini aku akan menceritakan sedikit memorial tentang lembar kehidupan pada bab atau bagian dari buku kehidupan ku yang sangat penting, ya tentang sebuah perjalanan sebagai seorang mahasiswi. Masa-masa remaja yang katanya sedang ‘kritis-kritis-nya’, masa-masa remaja yang katanya sedang ‘idealis-idealis-nya’, masa-masa remaja yang katanya sedang ‘organisatoris-nya’ dan masa-masa dimana kehidupan berjalan yang pemeran utamanya (read : kita) sudah bisa membaca, menilai, menyeleksi dan menentukan langkah mana yang harus diambil, dikerjakan dan dijalani. Yaaa ini tentang masa-masa perkuliahan, masa paling bersejarah dan paling penting dalam kehidupan setiap orang yang merasakannya. Masa dimana seragam putih abu-abu itu berubah menjadi tak berseragam. 

Sedikit saya akan bercerita….

Pada awalnya semasa putih abu-abu itu (read : SMA), sejak duduk dibangku kelas X (sepuluh) aku sudah membuat sebuah target tentang jejak langkah ku kedepan. Aku akui, sejak kelas 9 SMP aku sudah menaksir salah satu PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) di Indonesia. Yaa aku sudah menaksir STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), sebuah PTK yang lulusnya menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dibidang Keuangan. Sangat menarik bukan ? siapa yang tidak tergiur ? mungkin ada, tapi hanya sedikit. Ditambah mamah yang berkecinpung dibidang keuangan di kantornya, membuat aku menjadi ingin mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi. Ya sejak kecil mamah suka bawa aku ke kantornya, aku sudah melihat mamah kerja menggunakan computer yang isinya tentang keuangan. Ah mah, Andini mau jadi Konsultan Akuntansi Perpajakan ! begitu egonya aku untuk menentukan sendiri tentang masa depan ku.

Seiring berjalannya waktu semasa sekolah saat SMA, aku tingkatkan belajar ku agar aku bisa mewujudkan keinginanku. Aku fokus belajar, aku hanya bisa pulang pergi ke sekolah dan les. Walau sempat ikut OSIS tapi hanya berjalan satu tahun, mungkin karena jarak antara rumah dengan sekolah ku cukup jauh dan trayek perjalanan yang kurang baik (banyak truk dan jalannya rusak), ditambah Ayah ku yang menyuruhku untuk fokus belajar. Ya aku fokus sampai pada saat masa-masa dimana sedang sibuk-sibuknya masuk Perguruan Tinggi, dikala teman-teman ku les dilembaga umum untuk masuk PTN. Justru aku banting stir untuk les masuk PTK khususnya STAN. Mungkin banyak yang melakukan hal seperti ini, terbukti teman-teman ku di tempat les ini juga melakukan hal yang sama denganku. Kita disini diajar dan belajar bersama kakak-kakak alumni dan mahasiswa/i STAN. Diskusi bareng, sharring tips masuk STAN, belajar bareng bahas-bahas soal di Bintaro Plaza atau sebelum masuk kelas, try out kesana-kesini (online/offline), ikut hypnotherapy dan banyak sekali kegiatan yang dijalani. Sampai aku bernazar dan berusaha totalitas mengerahkan segala kemampuanku untuk bisa lulus, padahal saat itu tahun 2011 STAN hanya buka Pendidikan Diploma 1 untuk Pajak dan Bea Cukai. Tapi kenapa masih saja banyak peminatnya hehe mungkin karena pendidikan gratis dan ada jaminan pekerjaan dimasa depan kali ya hehe

Sampai-sampai aku sering banget pulang-pergi ke kampus STAN bersama teman-teman les ku. Melihat anak-anak STAN keluar, ngumpul didalam kampusnya dan selalu melirik mereka kalau kita bertemu mereka di Bintaro Plaza. Huuffttt tidak sampai disitu, berbagai macam buku-buku kiat masuk STAN sampai download contoh-contoh soal STAN semua aku simpan, aku pelajari soal demi soal dan tidak sedikitpun yang terlewatkan, bahkan saat aku naik ke kelas XII SMA aku sudah punya buku-bukunya dan sudah nyicil ngerjain soal-soalnya bahkan sudah mulai ikut try out – try out nya. Huaaaaaaahhhhh semangat banget yaaak !! haha ya begitulah namanya juga usaha, gak ada salahnya kan ? Pilihan kedua ku adalah STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik), usaha ku ke STIS mungkin tidak sebesar usaha ku ke STAN. Hhmmmm….aku gagal diseleksi STAN dan STIS yang pertama, bahkan aku coba terus sampai aku dibangku kuliah semester 5, yup masih coba seleksi masuk STAN dan STIS ! hhmm nekat ?? enggak hanya ingin memperbaiki usaha saja, lalu bagaimana dengan kuliah ku saat itu ?? aku sudah sangat betah dan betah sekali di kampus ku saat itu, ya kampus ku Poltekkes Kemenkes Jakarta II Diploma III Jurusan Kesehatan Lingkungan. Lalu kalau sudah sangat betah mengapa masih mencoba STAN dan STIS ?? hehe jawabannya karena aku masih penasaran, banyak cerita orang-orang yang menjajal masuk STAN sampai batas umurnya habis baru masuk, gak salah kan kalau aku berusaha ? aku berpikir saat itu siapa tau aku bernasib sama seperti orang-orang itu, walau pada kenyataannya tidak. Tapi bukankah ilmu itu tidak ada yang sia-sia ?? dan bukankah Allah SWT menyuruh hamba-hamba-Nya untuk berusaha semaksimal mungkin ?? ambisius ? atau obsesi ? haha mungkin terlihat dari luar seperti itu, tapi taukah kalian bahwa mamah dan ayah ku sangat berharap anaknya PNS, karena mereka adalah karyawan swasta. Gak salah kan kalau aku sebagai anaknya berusaha mewujudkan impian mereka ? walau memang mereka sama sekali tidak memaksa, tidak PNS pun tidak masalah :) 

Tidak hanya sekedar STAN atau STIS saja, semua jalur masuk perguruan tinggi negeri juga aku tempuh mulai dari PMDK, SNPMTN, UM, UMB, Undangan ke beberapa PTN yang aku impikan saat itu (UIN Syahid Jakarta, IPB D3/S1, UNSRI) dan bahkan sudah bersiap-siap perguruan swasta ITBK (Institut Teknologi dan Bisnis Kalbe) yang berada dibawah naungan Perusahaan Kalbe Farma. Semua PTN/PTS itu sama sekali gak memilih ‘kesehatan’ hehe jangankan memilih emang sudah menghindar banget sama dunia kesehatan gak mau malah dan pernah sempat bilang ke mamah gini “mamah aku gak mau kerja di rumah sakit sekalipun itu bagian SDM atau Keuangan”. Bagaimana tidak aku bilang seperti ini, aku sama sekali menghindar datang ke rumah sakit. Aku takut dan terkadang ada beberapa rumah sakit yang ruangannya tidak enak wanginya hehe itu alasan ku tidak mau ke rumah sakit.

Yup namanya juga hidup, usaha tetap saja berjalan walau terkadang kita suka merasa kecewa sama hasilnya yang mungkin tidak sesuai harapan. Hhmm namanya juga manusia, termasuk aku yang sempat beberapa kali hampir saja terpuruk karena kegagalan-kegagalan dari usaha yang aku coba. Tapi beruntungnya aku mempunyai kedua orang tua yang sangat luar biasa, menopang ku saat aku hampir terjatuh, hingga aku bisa berdiri tegap lagi dan kembali berlari mengejar mimpi. 

Mungkin ini yang dinamakan ‘takdir’, dimana manusia berusaha mengubah nasib tapi takdir Allah SWT belum merestui. Namun Allah SWT masih memberikan kita kesempatan untuk selalu berdoa, ya karena hanya doa yang bisa merubah takdir. Doa, doa dan doa, aku masih terus berharap dalam doa, karena Allah Maha Mendengar, Maha Pengasih, Maha Mengabulkan dan Maha Segala-galanya. Entah sekarang atau saat ini, entah besok, lusa atau nanti, In shaa Allah, Dia Maha Memberi. Aamiin..

Disini aku banyak belajar tentang pentingnya rasa sabar, tentang hidup dan kehidupan, tentang iman kepada Qada dan Qadar. Ya tentang takdir yang bisa diubah, takdir yang tidak bisa diubah dan takdir yang diusahakan. Ya disini pula aku menemukan janji Allah dalam ayat cinta-Nya pada Surat Al-Baqarah : 216, surat yang sampai saat ini masih aku coba terapkan sepenuh hati disetiap langkah-langkah ku dalam berusahan, begini arti surat cinta-Nya : 

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Surat Al-Baqarah : 216)

Lalu aku menyesal tidak jadi alumni di STAN atau PTN lain yang aku impikan ??

Alhamdulillah jawabannya tidak ! (walau dulu batin dan pikiran ku berkhayal dan berandai berkecamuk seolah-olah ada rasa menyesal dalam dada). Mengapa ??? karena Allah memberikan yang lebih baik buat ku, aku bangga dan bersyukur bisa hadir dan menjadi bagian dari keluarga besar Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II (sebuah PTN yang dulunya adalah PTK Departemen Kesehatan).

Disini aku bertemu dosen-dosen yang luar biasa ! ketemu teman-teman yang membuat aku betah dan senang, bisa praktek yang seru-seru mulai dari praktek keluar kampus, survei-survei, PKL, KKN ke Batang Jawa Tengah dan buuuuaaaanyyyyyaaaaaaaaakkkkkkkk lagi yang indah-indah disini hehe walaupun aku tidak memungkiri kalau aku kepingin banget bisa seperti ‘mereka-mereka’ di kampus lain. Bahkan disini aku bertemu para jundi-jundi dakwah yang tergabung dalam organisasi bernama FOSTI “Forum Studi Islam”. Teringat saat aku masih SMA berpikiran “hhmm nanti pas kuliah pengen aktif ah di organisasi kayak SALAM UI”. Ya lebih dari itu, Allah SWT memberikan FOSTI kepadaku, FOSTI yang istimewa buat aku dan perjalanan keimananku. Mereka (FOSTI) yang mempertemukan aku dengan kader-kader Allah SWT yang luar biasa, saling mengingatkan dijalan Allah SWT. 

Alumni-alumni ku yang hebat-hebat, dosen-dosen ku yang mantan pejabat di lingkungan Departemen Kesehatan. Setiap bertemu orang hebat yang berhubungan dengan kesehatan selalu bilang “saya dari Hang Jebat III (nama jalan kampus ku)” terlepas dari jurusan ATRO/TEM/KL/GIZI/ANFAR/FARMASI/TG. Allah gak salah kasih aku ke Poltekkes Kemenkes Jakarta II, aku rasa ini yang terbaik dibandingkan kampus lain atau bahkan kampus Poltekkes-Poltekkes yang ada di Indonesia. Mungkin saja aku yang kurang bersyukur hehe

Tapi jujur hati kecil ku berkata bahwa “aku betah dan sangaaaatttttt nyaman disini”, ya ditempat ini di kampus ku Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II dengan segala isi dan kegiatannya. 


Alhamdulillah Alaa Kulli Hal….Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan :)
Big thank's to Allah :)
ALLAH SWT IS A GOOD PLANNER !!!

Selasa, 02 Desember 2014

Bismillahirrohmanirrohiim My First Graduation "AmKL => Ahli Madya Kesehatan Lingkungan"

Yup inilah 4 orang sahabat yang Allah kasih saat aku kuliah di Kesling Poltekkes Kemenkes Jakarta II (Sri, Aku, Eka, Listya, Tami)

yup terejengjeng......kawan-kawan tercintaku :) (Hanny, Aku, Dian, Agi, Ifah, Agung, Dina Nur)


Dimulai dari Yudicium inilah lulusan terbaik (predikat cumlaude) Jur.Kesehatan Lingkungan 2014
(dari arah kiri pembaca : Andini, Hanny, Rima, Rizky DJ, Zaidah (Reg A), Pak Tugiyo, Pak Budi (Ka.Jur), Pak Syarif, Arinda, Hanna, Windinda (Non Reg B)

Wisuda hari pertama di Gedung Sasana Kriya TMII bersama sahabat tercinta (kurang Tami)
Pemindahan toga oleh Bapak Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta II

Andini Laras Putri, AmKL

Bersama Kajur JKL Poltekkes Kemenkes Jakarta II - Bapak Budi Pramono, SKM., M.Kes