Sabtu, 28 Juli 2012

Andini Laras Putri :)

Asslamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakhatuh
           
            Wanita Islam yang ber-Tuhankan Allah SWT, ber-Nabikan Muhammad SAW dan berkitab Al-Qur’an lahir di Jakarta, hari senin tanggal 30 Mei 1994 tepat pada pukul 9 malam di RS Budi Kemuliaan – Jakarta Pusat. Dia adalah wanita keturunan Palembang – Sunda yang lahir premature (8 bulan). Kejadian itu semua telah tercatat sebagai tulisan awal dalam kitab-Nya, Lauhul Mahfuz di pohon Arsy (singgahsana).
            Andini Laras Putri, nama sederhana yang mempunyai sejuta harapan yang tersirat dalam arti nama tersebut. Mama cerita, kalau ayah ku sampai dzikir sepanjang malam untuk memantapkan nama ini, subhanallah. Andini, diambil dari kata “DIEN” yang artinya adalah agama. Sebenarnya kedudukan wanita dalam Islam secara garis besar ada 3, yaitu : 

Yang pertama, kedudukannya sebagai “Seorang Ibu”. Saat dia menjadi seorang ibu, syurga berada dibawah telapak kakinya
Yang kedua, kedudukannya sebagai “Seorang Istri”. Saat dia menjadi seorang istri, dia melengkapi separuh agama (DIEN) suaminya
Yang ketiga, kedudukannya sebagai “Seorang Anak Perempuan”. Dia membuka pintu syurga untuk ayah dan saudara laki-lakinya dengan amal dan akhlak shalihahnya. Amin 

Mungkin ayah berharap dengan nama “Andini” yang terinspirasi dari kata “Dien” (berasal dari kata Ad-diin = Agama, Ad-diinul islaam mempunyai arti Agama Islam), aku bisa menjadi wanita yang senantiasa mengikuti aturan-aturan Allah SWT dan bisa melengkapi separuh agama pasangan hidupku disuatu saat nanti Amin. Dan masih banyak lagi sebutan untuk wanita selain yang tiga utama tersebut. Saat anak perempuan menikah nanti, selain sebagai seorang istri dan calon ibu, dia juga menyandang tahta sebagai seorang menantu, tante, kakak/adik ipar, saudari ipar dan memegang peranan penting dalam mengkader anak-anaknya dan keluarganya nanti, agar kelak menjadi manusia yang hebat, sholeh/ah, cerdas dan berguna bagi banyak orang Amin. Itu alasannya mengapa tegak dan majunya suatu negara dipegang oleh wanita, karena wanitalah yang melahirkan keturunan yang sholeh/ah, karena wanitalah syurga itu ada, karena wanita jugalah yang ternyata bisa menyilaukan dunia termasuk menjerumuskan laki-laki kedalam kemaksiatan (Nau’dzubillah). Bahkan saat Imam Syafi'i rahimahumullah yang hafal Al-Qur'an, hafalannya hilang ketika dia melihat betis wanita dan ingat dalam Al-Qur'an di ceritakan bahwa fitnah pertama Kaum Bani Israil adalah wanita. Ini sudah menjadi bukti, bahwa kaum Adam bisa terpedaya oleh kaum Hawa. Sungguh Maha Besar Allah menciptakan wanita sehebat itu
 
Laras, mempunyai makna “Lurus atau Sejalan”. Mama cerita, bahwa harapan dari arti nama ini adalah kepatuhan akan keinginan orangtua dengan anaknya tanpa sedikit paksaan. Mama juga berharap dengan arti kata “Lurus” bisa menjadi rambu-rambu norma dan kaidah dalam nilai-nilai keislaman. Amin. Dan Putri yang berarti adalah “Wanita”, nama yang bagus bukan ):

Sesuatu yang luar biasa, ketika Allah menakdirkan aku turun kedunia. Melalui wanita kuat yaitu mamaku, Allah mengutusku dengan cara yang sangat luar biasa bahkan mungkin hanya sebagian wanita yang mengalami proses kelahiran yang cukup rumit. Ya, mama cerita kalau aku dilahirkan dalam keadan premature 8 bulan. Saat itu setelah mama shalat dzuhur di istana mungilnya, mama kaget ada air yang keluar. Ya, tepat sekali air itu adalah air ketuban atau dalam istilah ilmu biologi semacam Amnion dan Kation yang berfungsi melindungi janin dalam rahim. Semakin mama bergerak, semakin deras air itu keluar. Subhanallah, Allah Maha Besar yang memberi kekuatan kepada mama ku saat itu. Mama cerita, kalau dulu mama dibantu tentangga ke RS Budi Kemuliaan karena saat itu ayah sedang kerja. Perjuangan mama tidak hanya sampai disitu, perjalanan macet ditempuh agar bisa menyelamatkan aku. Hingga sampai RS, air itu keluar terus menerus namun dokter menyuntik mama dan Alhamdulillah air itu berhenti keluar sekitar pukul 5 sore. Dokter yang menangani mama, bilang bahwa harus dilahirkan sekarang karena air ketubannya sudah pecah tapi dokter menyarankan mama ku untuk istirahat beberapa jam agar tenaganya bisa terkumpul kembali. Subhanallah bukan.

Tepat jam 9 malam, aku dilahirkan di salah satu ruang operasi rumah sakit tersebut. Setelah lahir, akupun tidak bersama teman-teman ku dalam satu ruangan khusus bayi yang baru lahir. Aku terpisah sendiri di Inkubator dalam suatu ruangan. Inkubator memang ditujukan kepada bayi yang baru lahir premature. Tubuh ku kecil, kira-kira sebesar botol aqua ukuran 1, 5 L. Ayah bercerita, dalam inkubator tubuhku yang mungil di penuhi oleh selang-selang kecil. Bahkan setelah keluar dari rumah sakit, selang 2 hari akupun dilarikan kembali ke rumah sakit karena nenek ku langsung member ku pisang hehe *maklum cucu pertama di keluarga mama ku, jadi mungkin nenek masih belum banyak tahu. Ya aku kembali kerumah mungil ku lagi, selama kurang lebih 7 hari dalam inkubator. Aku dirawat kembali, mama bener-bener gak kuat berpisah dengan anak pertamanya yang lahir premature dan harus dilarikan kembali kerumah sakit. 

Mama cerita, setelah beberapa hari dirumah sakit, ayah dan kakek menjemputku. Dan dokter yang menangani ku pun bilang sudah tidak sanggup lagi dan bingung harus memberikan selang lagi kebagian tubuh ku. Ayah pun cerita, reflek ayah menjawab “Mati dan hidupnya anak saya, ditangan saya”, ayah dan kakek bawa aku pulang dalam keadaan pasrah. Dirumahpun, mama dan keluarga sudah menunggu yang dibanjiri air mata. Mama sempat putus asa, bagaimana caranya agar aku bisa sehat. Ya, usaha lagi, mama dan ayah membawa ku ke dokter specialis anak. Akupun sudah minum obat di usia ku yang seharusnya baru dilahirkan (9 bulan). Mama pasrah, dan mama sempat bingung karena mama tidak bisa memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya. Ya, dulu mama terkena tumor payudara jinak saat umur 16 tahun yang harus dioperasi dan membuat mama tidak bisa memberi ASI Eksklusif kepada anak-anaknya. 

Akhirnya, solusi yang mama dan ayah lakukan adalah membuat air yang dibacakan Surat Yasin sebelum diminum sama aku. Mama dan ayah benar-benar mengharapkan kedahsyatan air tersebut. Dan subhanallah, Allah menjawab semua itu. Aku sehat layaknya seperti bayi-bayi yang baru lahir. Yang suka nangis tengah malam dan tidur di siang hari, yang mengeluarkan cairan (gumoh), bayi yang kulitnya merah dan tambah memerah kalau menangis. Semua kenikmatan itu mama dan ayah rasakan juga. Perjuangan mama ku sangat luar biasa dan hebat, I’LL NEVER STOP LOVING YOU, MY MOM. Maka dari itu, sampai sekarang saat malam jum’at, aku tidak lupa membuat air yasin yang diminum oleh satu keluarga. Air dahsyat dan benar-benar dahsyat Subhanallah…

Dan sekarang gadis muslimah ini, tumbuh selayaknya manusia-manusia normal lainnya dan menjalani perputaran roda kehidupan dengan rasanya yang nano-nano.Aku sangat bersyukur kepada Allah, yang telah menggariskan jalan hidupku dan menuliskan setiap kejadian dalam kitab ku :) Aku bersyukur karena aku selalu dihadirkan di tengah-tengah orang yang saling menyayangi. Keluarga, sahabat, teman, guru, tutor, dosen, murrobi/ah, yang sangat luar biasa. Dan aku yakin, mereka yang dikirimkan dalam hidup kita walau hanya sebentar pasti tetap tercatat dalam kitab kita yang Allah tuliskan bukan kebetulan saja. Seperti kutipan Harun Yahya, "menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tidak ada sesuatu yg terjadi di dunia ini secara kebetulan"


Wassalamu'alaium Wr.Wb...