Ketahuilah wahai saudaraku, kita pasti
akan menemui masa-masa yang sulit. Masa-masa yang melelahkan dan penuh berbagai
ujian. Masa menjemukan karena keseharian kita dipenuhi oleh masalah.. bukan
masalah pribadi tapi masalah orang lain. Masa dimana akademik menjadi
korbannya. Masa di saat kita mendapat amanah yang banyak padahal aktivis itu
bukan hanya kita saja.. Masa di saat saudara kita meninggalkan kita karena
memilih jalan lain..jalan yang lebih mudah.. Masa di saat keimanan kita naik
turun secara drastis.
Padahal kita tengah berada di jalan kebenaran dan disibukkan oleh aktivitas
dakwah. Tapi kenapa ujian itu semakin bertambah? Tugas dakwah yang menumpuk
karena banyak yang meninggalkannya, bahkan tugas kita banyak yang terlalaikan
karena kita pun meninggalkan sebagian tugas itu.
Menjadi aktivis bukanlah sebuah keterpaksaan dari beragam pilihan. Aktivis
bukan pula suatu gelar yang disematkan kepada pemuda, sekelompok mahasiswa,
sekelompok orang yang sering berbusana muslim atau sekelompok orang yang
berdemo di jalanan. Aktivis adalah sosok pejuang tangguh yang tak lekang oleh
tempat dan waktu! Menjadi aktivis adalah awal, bukan sebuah akhir.
Tidak
ada yang memaksa diri kita untuk menjadi aktivis, pilihan ini telah kita
tetapkan sejak kita berjanji untuk setia membela agamaNya. “Dan janji Allah itu
akan dipertanyakan” (Q.S. Al Ahzab:15). “Maka barangsiapa yang melanggar janji,
akibatnya akan mengenai dirinya sendiri” (Q.S. Al Fath:10).
Allah
Mahatahu lagi Mahabijaksana…
Allah
Mahatahu artinya tidak ada sesuatu pun yang luput darinya, Dia Maha Mengetahui
kemampuan, kekuatan dan kondisi kita. Dia Mahabijaksana artinya Dia tidak akan
memberikan anugerah berupa penjagaan dan pertolongan kepada orang yang tidak
berhak mendapatkannya, Dia tidak akan memberikan ujian dan nikmat kepada orang
yang salah. Anugerah ini, takdir kita tidak pantas untuk orang lain. Sungguh,
Dia Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Jika hal-hal yang melelahkan semakin menghebat, kelelahan semakin bertambah,
musibah semakin dahsyat dan nafsu berbisik supaya kita cenderung pada duniawi
maka berusahalah terus menerus untuk membinanya sampai hal tersebut tunduk dan
menyerah. Karena sesungguhnya menjadi aktivis itu sulit dan berat, penuh dengan
onak dan duri. Siapa pun tahu tentang semua
ini.
Sesungguhnya jalan ini… seberat dan sesulit apa pun, seorang aktivis akan
senantiasa menikmati dan mencintainya. Dalam menjalaninya, seorang aktivis akan
dapat merasakan rasa manisnya yang tidak dapat digambarkan; tiada yang
mengetahuinya selain yang merasakannya. Rasa manis inilah yang akan memudahkan
semua kesulitan, meringankan beban berat, menabahkan di jalan mendaki, dan
menjadikan seorang aktivis ridla terhadap Pelindung dan Penciptanya,
bahkan ketika ia melewati masa terpahit dan hari terberat sekali pun.
“Apabila
kita teguh diatas kebenaran dan sabar menghadapi ujian, niscaya kepedihan akan
sirna, kelelahan akan hilang dan yang tersisa adalah pahala dan surgaNya, insya
allah.”
Tidakkah
kita belajar dari para pelaku puasa di hari yang sangat panas? Bukankah lapar
dan dahaga akan sirna ketika setetes air melewati kerongkongan seraya
berkata:
“telah
sirna haus dahaga, telah basah semua urat dan telah tetap pahala di sisi Allah”
(H.R.Abu Daud)
Demikianlah, bersama dengan langkah pertama di surga akan hilang segala rasa
kelelahan, rasa keresahan dan semua luka yang pernah kita dapatkan di jalan
ini. Saat itu semua kelelahan dan kepedihan telah usai. Semuanya berubah
menjadi kegembiraan, kesejahteraan dan kesenangan. Disaat itulah kita akan
berandai-andai jika saja usaha kita di jalan kebenaran lebih banyak lag dan
lebih banyak lagi, jika saja pengorbanan yang kita lakukan lebih dan lebih.
Saudaraku, sebagai penyemangat dalam jalan ini tanamkanlah dalam diri
kita bahwa menjadi aktivis adalah pilihan tepat dalam diri kita..Perjalanan
panjang ini akan segera berakhir.. berakhir dengan kemenangan atau
SurgaNya..bukankah dalam perang tabuk-perang yang sulit itu menghabiskan waktu
50 hari- telah mengajarkan kita untuk bersabar dalam perjalanan..karena dalam
perang tersebut, peperangan memakan waktu 20 hari, dan 30 harinya adalah
perjuangan dalam perjalanan..
Panjangnya perjalanan ini menguji kita siapa yang bertakwa dan bersabar..sebentar
lagi akan berakhir.. sangat terasakan.. kalaupun bukan hari ini tapi terasa
sebentar lagi kita menang..Lalu jika kita bisa mempercepat selesainya tugas
kita kenapa harus menunggu hari esok? Jika kita bisa melakukan lebih kenapa
harus dikurangi? Totalitas Perjuangan
Ya
Rabbi, walau kurasa berat, tetapkanlah jiwa dan ragaku di jalan dakwah ini……..
Selamanya……
Bersama
jama’ah ini…karena berjama’ah lebih baik…
JEJAK-IZZIS-
menapaki
langkah-langkah berduri, menyusuri rawa, lembah dan hutan, berjalan diantara
tebing jurang, semua dilalui demi perjuangan.
letih
tubuh di dalam perjalanan, saat hujan dan badai merasuki badan, namun jiwa
harus terus bertahan, karena perjalanan masih panjang.
kami
adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang, walau tertatih kaki
ini berjalan, jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan.
wahai
tentara Allah bertahanlah, jangan menangis walau jasadmu terluka, sebelum
engkau bergelar syuhada, tetaplah bertahan dan bersiap siagalah.
Sumber
:
http://muda.kompasiana.com/2013/01/04/siapa-suruh-jadi-aktivis--522166.html