Jumat, 04 Januari 2013

Siapa Suruh Jadi Aktivis ??

     
       Ketahuilah wahai saudaraku, kita pasti akan menemui masa-masa yang sulit. Masa-masa yang melelahkan dan penuh berbagai ujian. Masa menjemukan karena keseharian kita dipenuhi oleh masalah.. bukan masalah pribadi tapi masalah orang lain. Masa dimana akademik menjadi korbannya. Masa di saat kita mendapat amanah yang banyak padahal aktivis itu bukan hanya kita saja.. Masa di saat saudara kita meninggalkan kita karena memilih jalan lain..jalan yang lebih mudah.. Masa di saat keimanan kita naik turun secara drastis.
      Padahal kita tengah berada di jalan kebenaran dan disibukkan oleh aktivitas dakwah. Tapi kenapa ujian itu semakin bertambah? Tugas dakwah yang menumpuk karena banyak yang meninggalkannya, bahkan tugas kita banyak yang terlalaikan karena kita pun meninggalkan sebagian tugas itu.
       Menjadi aktivis bukanlah sebuah keterpaksaan dari beragam pilihan. Aktivis bukan pula suatu gelar yang disematkan kepada pemuda, sekelompok mahasiswa, sekelompok orang yang sering berbusana muslim atau sekelompok orang yang berdemo di jalanan. Aktivis adalah sosok pejuang tangguh yang tak lekang oleh tempat dan waktu! Menjadi aktivis adalah awal, bukan sebuah akhir.
Tidak ada yang memaksa diri kita untuk menjadi aktivis, pilihan ini telah kita tetapkan sejak kita berjanji untuk setia membela agamaNya. “Dan janji Allah itu akan dipertanyakan” (Q.S. Al Ahzab:15). “Maka barangsiapa yang melanggar janji, akibatnya akan mengenai dirinya sendiri” (Q.S. Al Fath:10).
Allah Mahatahu lagi Mahabijaksana…
Allah Mahatahu artinya tidak ada sesuatu pun yang luput darinya, Dia Maha Mengetahui kemampuan, kekuatan dan kondisi kita. Dia Mahabijaksana artinya Dia tidak akan memberikan anugerah berupa penjagaan dan pertolongan kepada orang yang tidak berhak mendapatkannya, Dia tidak akan memberikan ujian dan nikmat kepada orang yang salah. Anugerah ini, takdir kita tidak pantas untuk orang lain. Sungguh, Dia Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
     Jika hal-hal yang melelahkan semakin menghebat, kelelahan semakin bertambah, musibah semakin dahsyat dan nafsu berbisik supaya kita cenderung pada duniawi maka berusahalah terus menerus untuk membinanya sampai hal tersebut tunduk dan menyerah. Karena sesungguhnya menjadi aktivis itu sulit dan berat, penuh dengan onak dan duri. Siapa pun tahu tentang semua ini.        
      Sesungguhnya jalan ini… seberat dan sesulit apa pun, seorang  aktivis akan senantiasa menikmati dan mencintainya. Dalam menjalaninya, seorang aktivis akan dapat merasakan rasa manisnya yang tidak dapat digambarkan; tiada yang mengetahuinya selain yang merasakannya. Rasa manis inilah yang akan memudahkan semua kesulitan, meringankan beban berat, menabahkan di jalan mendaki, dan menjadikan seorang aktivis ridla terhadap Pelindung  dan Penciptanya, bahkan ketika ia melewati masa terpahit dan hari terberat sekali pun.
“Apabila kita teguh diatas kebenaran dan sabar menghadapi ujian, niscaya kepedihan akan sirna, kelelahan akan hilang dan yang tersisa adalah pahala dan surgaNya, insya allah.”
Tidakkah kita belajar dari para pelaku puasa di hari yang sangat panas? Bukankah lapar dan dahaga akan sirna ketika setetes air melewati  kerongkongan seraya berkata:
“telah sirna haus dahaga, telah basah semua urat dan telah tetap pahala di sisi Allah” (H.R.Abu Daud)
        Demikianlah, bersama dengan langkah pertama di surga akan hilang segala rasa kelelahan, rasa keresahan dan semua luka yang pernah kita dapatkan di jalan ini. Saat itu semua kelelahan dan kepedihan telah usai. Semuanya berubah menjadi kegembiraan, kesejahteraan dan kesenangan. Disaat itulah kita akan berandai-andai jika saja usaha kita di jalan kebenaran lebih banyak lag dan lebih banyak lagi, jika saja pengorbanan yang kita lakukan lebih dan lebih.
       Saudaraku, sebagai penyemangat dalam jalan ini tanamkanlah dalam diri  kita bahwa menjadi aktivis adalah pilihan tepat dalam diri kita..Perjalanan panjang ini akan segera berakhir.. berakhir dengan kemenangan atau SurgaNya..bukankah dalam perang tabuk-perang yang sulit itu menghabiskan waktu 50 hari- telah mengajarkan kita untuk bersabar dalam perjalanan..karena dalam perang tersebut, peperangan memakan waktu 20 hari, dan 30 harinya adalah perjuangan dalam perjalanan..
      Panjangnya perjalanan ini menguji kita siapa yang bertakwa dan bersabar..sebentar lagi akan berakhir.. sangat terasakan.. kalaupun bukan hari ini tapi terasa sebentar lagi kita menang..Lalu jika kita bisa mempercepat selesainya tugas kita kenapa harus menunggu hari esok? Jika kita bisa melakukan lebih kenapa harus dikurangi? Totalitas Perjuangan
Ya Rabbi, walau kurasa berat, tetapkanlah jiwa dan ragaku di jalan dakwah ini……..
Selamanya……
Bersama jama’ah ini…karena berjama’ah lebih baik…
JEJAK-IZZIS-
menapaki langkah-langkah berduri, menyusuri rawa, lembah dan hutan, berjalan diantara tebing jurang, semua dilalui demi perjuangan.
letih tubuh di dalam perjalanan, saat hujan dan badai merasuki badan, namun jiwa harus terus bertahan, karena perjalanan masih panjang.
kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang, walau tertatih kaki ini berjalan, jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan.
wahai tentara Allah bertahanlah, jangan menangis walau jasadmu terluka, sebelum engkau bergelar syuhada, tetaplah bertahan dan bersiap siagalah.

Sumber :  http://muda.kompasiana.com/2013/01/04/siapa-suruh-jadi-aktivis--522166.html