Selasa, 22 Oktober 2013

M E R A N T A U :)

"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan."
- Imam Syafi'i

Senin, 09 September 2013

Filsafat Hijab dalam Al-Quran



Ketika berbicara tentang hijab, Al-Quran mengatakan bahwa hijab adalah salah satu bentuk penghormatan dan kemuliaan bagi perempuan agar dia tidak dilihat oleh pria yang bukan muhrimnya dengan pandangan yang disertai nafsu hewani. Oleh karena itu, ada yang berpendapat bahwa melihat perempuan non-Muslim tanpa tujuan negatif, hukumnya boleh. Alasannya, perempuan non-Muslim tidak menerima penghormatan dan kemuliaan tersebut.
Jika seseorang tidak dapat mengetahui sistem nilai dengan benar, maka boleh jadi dia akan menganggap bahwa hijab merupakan sebuah keharusan. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya (Q.S Al-Nur : 31)”
Al-Quran menjelaskan hikmah dibalik pentingnya mengenakan hijab, sebagai berikut : “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu (Q.S Al-Azhab : 59)”

Keindahan dan Keagungan Perempuan – Ayatullah Jawadi Amuli

Perempuan



Allah SWT telah menciptakan perempuan dengan dibekali perasaan agar dapat menjadi seorang guru yang lembut yang mengajarkan cinta dan kasih sayang. Para ibulah yang mengajari belas kasih dan kelembutan, karena belas kasih dan kelembutan sangat berpengaruh dalam menyelesaikan berbagai macam problem masyarakat.

Keindahan dan Keagunagn Perempuan- Ayatullah Jawadi Amuli

Kamis, 05 September 2013



Kalian tahu, kenapa Allah menciptakan hati  ?
Karena Allah punya yang namanya kasih sayang.
Kasih itu sesuatu yang murni yang pasti dimiliki oleh semua insan diseluruh dunia
Sayang adalah ungkapan kasih dari hati yang terdalam.
Semua itu adalah habluminannas
Hati itu sensitif, jadi harus bisa dijaga baik – baik. Mungkin hal ini terlihat sepele bahkan terkesan kurang penting, tapi terlepas dari semua itu ternyata perasaan yang sensitif itu bisa dirasakan oleh salah satu pihak saja.

Burung berkicau seolah menyanyi dan berbicara seakan – akan menyampaikan pesan dari angin tentang kesejukan udara hari ini
Tiba – tiba daun – daun yang hijau putus dari sang tangkai jatuh ke rumput – rumput nan gersang
Sang pohon besar bersedih merasa ada daunnya jatuh terbawa angin
Sang tangkai – tangkai pun menangis merasa dia tak bisa menjaga daun hijau nan indah itu

Analogi yang cukup sederhana, dimana si burung berterbangan dengan riang diiringi kicauan nanyian nan merdu tapi si pohon ? apa kabar si pohon ?
Terkadang itulah yang terjadi dalam hati ini, seperti ada bagian yang tersakiti tapi tak sedikit juga bagian lain yang inda..

Jangan sampai ketika kita jatuh cinta hati kita tersakiti atau bahkan ada hati orang lain yang ikut tersakiti, karena pada dasarnya cinta dimulai dari kata "jatuh"...yaa jatuh, jatuhnya hati dua insan yang nantinya akan sama-sama "membangun"..membangun cinta...membangun sebuah peradaban...

cinta itu memberi tanpa meminta...cinta itu mengasihi tanpa menuntut...cinta itu mengindahkan tanpa menyakiti...cinta itu berawal dari "jatuh" untuk sama-sama "membangun"...
 
Mungkin sesuatu yang tertutup itu terasa lebih aman hingga sampai saatnya tiba  seperti sebuah ruangan yang pintunya terkunci, dan kuncinya telah ditemukan, tanpa ada yang mengetok dengan adanya kunci maka pintu itu bisa terbuka. 
oleh karena itu hati-hati dalam menjaga hati yang sensitif ini, jangan sampai ia terluka oleh orang yang belum pasti :)) 

Wallahualam

Senin, 05 Agustus 2013



“Pada suatu hari, Hafshah binti Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi Aisyah dengan mengenakan sehelai kerudung yang tipis. Maka Aisyah melepas dan merobek kerudung itu, lalu menggantinya dengan kerudung yang tebal”
(HR. Malik dan Baihaqi)