Assalamu'alaikum
Wr. Wb...
Hallo
teman teman, kita posting informasi bagus yuk :) semoga bermanfaat ya kawan ^^
Seorang
ibu yang moderat menasihati anak perempuannya pada hari pernikahannya dengan
dibarengi oleh senyum dan tangis bahagianya. Ia mengatakan :
"Wahai
anak perempuanku, engkau sekarang akan menempuh hidup yang baru, yaitu
kehidupan yang tiada tempat padanya bagi ibumu, ayahmu, atau seseorang dari
saudara - saudaramu. Di dalamnya engkau akan menjadi teman hidup suamimu yang
tidak menginginkan ada seorang pun ikut campur dengannya terhadapmu sekalipun
ia berasal dari darah dadingmu sendiri.
Jadilah engkau istrinya, jadilah engkau ibu untuknya, dan jadikanlah dia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam hidupnya dan segalanya dalam dunianya. Ingatlah selalu bahwa seorang lelaki itu, siapapun dia adanya, bagaikan bayi besar yang dengan sedikit kata - kata manis akan dibuatnya merasa bahagia. Jangan kau jadikan dia merasakan dengan mengawinimu berarti dia telah meninggalkan keluarga dan kerabatnya. Sesungguhnya perasaan ini adakalanya dia rasakan pula pada dirinya bahwa dia telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan keluarganya demi kamu. Akan tetapi, perbedaan antara dia dan kamu adalah perbedaan antara seorang lelaki dan seorang wanita. Wanita selamanya merindukan keluarga dan rumah tempat kelahiran, tempat ia tumbuh, tempat ia dibesarkan, dan tempat ia belajar. Akan tetapi, ia harus membiasakan dirinya dengan kehidupannya yang baru. Dia harus menyesuaikan kehidupannya dengan lelaki yang kini telah menjadi suaminya, pemeliharanya, dan ayah bagi anak - anaknya. Inilah dunia yang baru.
Wahai
anak perempuanku, inilah masa kini dan masa mendatangmu. Inilah keluargamu yang
akan kamu bangun berdua bersama dengan suamimu. Sesungguhnya ibu tidak meminta
agar melupakan ayah dan ibumu serta saudara - saudara mu, karena sesungguhnya
mereka tidak akan melupakanmu selamanya, wahai sayangku. Bagaimana bisa seorang
ibu melupakan belahan hatinya ? Akan tetapi, ibu meminta kepadamu agar
cintailah suamimu, hiduplah bersamanya, dan jalanilah hidupmu dengan bahagia
bersamanya."
Ambilah
teladan dari Asiah karena Kesabarannya
Ambilah
teladan dari Khadijah karena Kesetiaanya
Ambilah
teladan dari Aisyah karena Kejujurannya
Ambilah
teladan dari Fatimah karena Keteguhannya
Kesenangan
dan kesusahan dilewati bersama.. saat seorang wanita telah di nikahi oleh
lelakinya, sesungguhnya Surganya bukan hanya pada ibunya saja, melaikan ada
pada kepatuhan terhadap suaminya :))
by
: Wahai Kaum Wanita, Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar