Tak seorang pun sanggup hidup tanpa cinta, cinta merupakan fitrah dan naluri. Naluri itulah yang menjadi sebab dunia ini tetap ada.
Naluri
itu mulai ada sejak awal kehidupan manusia, sejak Adam a.s diciptakan. Nabi
Muhammad saw. Menyebutkan bahwa ketika Adam a.s berada di surga, ia merasa
kesepian. Ia merasa ada sesuatu yang kurang dari dirinya. Adam a.s merasa butuh
kehadiran Hawa.
Saat Nabi
Adam a.s sedang tidur, Allah Swt. Menciptakan dari tulang rusuknya Hawa.
Kemudia Nabi Adam a.s terbangun dan melihat Hawa telah berada disampingnya.
Nabi Adam a.s bertanya :
“Siapa
kamu ?”
Hawa
menjawab “Seorang perempuan”
Nabi Adam
a.s kembali bertanya “Siapa namamu ?”
“Hawa”
Nabi Adam
a.s “Mengapa kamu diciptakan ?”
Hawa
menjawab “Agar engkau merasa tentram bersamaku”
Dari kisah diatas, dapat dikatakan bahwa Hawa adalah simbol ketenangan. “Wahai anak Adam dan anak turun Adam yang tinggal di bumi hingga Hari Kiamat, engkau tidak akan merasa tenang dan tentram kecuali berada di samping Hawa”
Itulah yang
diajarkan Islam tentang hubungan cinta kasih…sungguh luar biasa Islam itu,
subhanallah
Dalam kutipan “Buku Pintar Akhlak” Bab 12 Tentang Jatuh Cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar