Dimulai saat aku duduk dibangku SMA,
sahabat ku ‘Serena Ghean Niagara’ atau Ghean adalah teman sebangku ku selama 2
tahun di SMA. Kami kenal karena sebuah organisasi di sekolah, yaitu OSIS
(Organisasi Siswa Intra Sekolah). Kami dipertemukan saat kelas X SMA, waktu
pemilihan OSIS angkatan baru. Aku dan Ghean masuk dikelompok yang sama, kalau
tidak salah satu kelompok ada sekitar 10 hingga 12 orang. Dan dari kelompok
kami, yang lulus seleksi OSIS angkatan itu adalah aku, Ghean dan Dewer.
Kelas ku dengan kelasnya Ghean
bersebelahan, aku di kelas X.2 dan Ghean di kelas X.3. Saat itu kami
dipersatukan dalam divisi OSIS yang sama, yakni Sekbid 8 atau Seksi Bidang
Kesenian. Entah mengapa aku bisa masuk ke Sekbid 8, mungkin karena saat
wawancara di pos terakhir saat seleksi OSIS, Kak Arif menanyakan keahlian
dibidang seni. Aku pun menjawab bahwa aku bisa bermain gitar, menari
tradisional dan sedikit bermain keyboard.
Senang awalnya bisa masuk Sekbid 8,
padahal sempat terfikir bakalan ditaruh di Sekbid 1 yaitu Seksi Bidang
Kerohanian. Tapi tak mengapa, dari sinilah aku bisa memulai perjalanan ku di
bangku SMA hingga aku bersahabat dengan Ghean. Ghean menghabiskan masa jabatan
di OSIS selama 2 tahun atau sampai selesai, sedangkan aku hanya 1 tahun saja
saat aku duduk dibangku kelas X, alasannya mungkin klasik karena rumah ku
lumayan jauh dan ingin belajar lebih fokus untuk mendapatkan prestasi dan masuk ketempat kuliah-an yang
aku impikan *yaah walaupun sekarang tidak berada ditempat yang sesuai hehe…
Singkat cerita, aku mengenal Ghean
sebagai gadis yang aktif, pintar, jago bermain gitar, bisa bermain keyboard dan
mempunyai suara yang merdu. Ghean aktif di event-event sekolah ku, sebagai
pemampilan pembukaan acara, pertengahan acara atau penutupan acara.
Penampilannya bisa dibilang ditunggu-tunggu oleh teman-teman seangkatan atau
kakak kelas. Ghean piawai bermain gitar sambil bernyanyi, suaranya bagus dengan
vibrasi-vibrasi yang dia mainkan sendiri.
Saat itu terbesit rasa untuk bisa ikut
duet sama Ghean dalam sebuah penampilan disekolah, ingin menawarkan kerjasama,
aku bermain gitar dan Ghean bernyanyi. Tapi entah mengapa aku malu untuk
memberitahu teman-teman ku kalau aku bisa bermain gitar, bahkan sampai saat ini
aku belum pernah mengungkapkan keinginan
itu, padahal sekarang kami sudah sama-sama kuliah semester 6, mungkin saat
Ghean membaca tulisan ini rasanya dia tersenyum kecil hehe :D
Mungkin keinginan ku untuk berbicara
itu kepada Ghean dikarenakan aku sudah berhijab. Saat itu Ghean belum berhijab,
rambutnya yang hitam berikal panjang menjuntai kebawah dengan hiasan-hiasan
lucu diatas kepalanya. Berbagai model jepit rambut, karet pengikat rambut,
bando dan segala macam pernak-pernik diatas kepala, hampir Ghean punya semua.
Singkat cerita, saat kami naik ke kelas XI SMA, kami dipersatukan dalam sebuah
kelas yang makhluk-makhluk didalamnya pintar-pintar semua. Yup, di kelas
XI.IPA. 1. Kelas yang kata guru-guru ku di SMA, kelas kumpulan anak-anak
pintar, kelas yang katanya saingannya berat *hhhmmm padahal masih banyak
siswa-siswi yang pintar-pintar di SMA ku selain di XI.IPA.1. Dari sinilah, aku
menemukan sahabat-sahabat SMA-ku dan dari sinilah aku kenal dekat dengan Ghean.
Aku duduk sebangku dengan Ghean,
awalnya kami satu bangku berisi 4 orang siswa. Karena saat itu sekolah ku
sedang dalam pembangunan, kelas ku mendapat kelas yang paling pojok. Di sini
aku sebangku dengan Dwi yang sekarang sudah menjadi pramugari di maskapai Lion
Air, Elly yang menjadi calon guru bahasa inggris dan Ghean calon Sarjana Hukum
yang sedang merintis usaha bisnis online-nya. Hhhmm luar biasa bukan ? :D Dari
sinilah perjaanan intens antara aku dengan Ghean. Saat semester 2 di kelas
XI.IPA.1, kelas ku dipindahkan, sudah tidak dipaling pojok lagi, dan aku duduk
sebangku dengan Ghean. Duduk dipaling depan dekat meja guru.
Hari terus berlalu, hingga akhirnya
kedekatan kita lebur dalam satu jiwa. Ghean paling bisa mengerti kalau
seandainya aku sedang cemberut hehe. Setiap kali sudah masuk dalam pelajaran,
aku selalu serius dan Ghean adalah penawarnya. Ghean selalu menunjukkan apa
yang dia bawa dari rumah dalam isi tasnya. Segala macam pernak-pernik rambut,
gelang, cincin, kalung-kalungan, gantungan sampai segala gunting dan gunting
kuku ada di sahabatku yang satu ini. Ghean selalu cari-cari hal lucu yang dia
bisa tunjukkin ke aku, kalau aku sudah serius sama soal-soal pelajaran. Sampai
saking seriusnya, aku gak melirik apa yang Ghean tunjukkan ke aku dan Ghean
berkata “Andiiiin, Andiiiiiinnnn… liyat ke iiih Andin mah serius ajah”
sambil dengan wajah yang cemberut. Atau terkadang, kalau aku tidak merespon, dia
menunjukkan hal lucu itu ke bangku belakang kami, ke bangkunya uphy dan juphe. Aku
hanya merespon “hhhmmm… iyaa heheh” sambil nyengar-nyengir gak
jelas dan pastinya masih fokus sama soal-soal dibuku, tapi aku juga suka nengok
dan merespon dia hehe. Aku selalu berdua kemana-mana dengan Ghean, kalau Ghean
nangis teman-teman satu kelas pasti mencari aku. Padahal usia aku sama Ghean
beda 1 tahun, Ghean lahir di Denpasar Bali tanggal 03 Jan 1993, dan aku lahir
di Jakarta tanggal 30 Mei 1994. Ghean terkenal hambel kesemua teman-teman,
berbeda sama aku yang sedikit kaku hehe. Kekosongan jiwa aku terasa diisi oleh
tingkah lakunya Ghean, dia melengkapi apa yang tidak ada didalam diri ku. Hmmm
bisa dibilang, aku lebih banyak diam dibandingkan dengan Ghean.
Pokoknya banyak banget cerita yang
aku dan Ghean lewatin, motornya Ghean gak asing buat aku. Yup, karena aku
selalu berboncengan sama Ghean kalau mau pergi kemana-mana dengan teman-teman
sekolah ku dulu. Mulai dari motornya yang polos sampai ada box dibelakang aku
ngerasain. Ghean paling bisa menghibur aku kalau aku lagi bête, sebel, jutek
dan gak asyik. Ada ajah tingkah lakunya yang buat bibir ku nyengir kembali.
Okee, singkat cerita.. saat kami
duduk dibangku kelas XII.IPA.1, Ghean bilang “Andin, kalau aku pake
kerudung gimana ?” bibir ku tersenyum sambil berkata “Yaa gpp,
bagus dong pasti lebih cantik.. Orangtua kamu gimana ? dukung kan ?”
Ghean pun membalas “iyaa dukung, kan Mbak Gerry sama Mas Gesta dari UIN,
aku banyak melihat Mbak Gerry”. Mbak Gerry adalah kakanya Ghean yang
ke-2, dan Mas Gesta adalah kakaknya Ghean yang pertama. Sampai akhirnya,
tereeeeeennggggg ……. Ghean ke sekolah pakai kerudung :D waaahh Subhanallah aku
ikuuttt seneng :D
Aku kaget pas dapet kabar dari
teman-teman ku Ghean berkerudung, karena saat itu aku sedang diluar kelas. Yup,
Ghean berkerudung, dan aku masih ingat kerdung yang dipakai Ghean pertama kali,
kerudung putih yang tipis. Dan aku masih ingat sekali, pas awal-awal Ghean
berhijab, aku sama Ghean sering sekali ke kamar mandi. Tahukah kami berdua
ngapain ? Yup, aku membenarkan kerudung yang dipakai Ghean. Saat dibenarkan
Ghean terkadang bergerak-gerak dan gak bisa diem sampai aku sering bilang “iihh
Ghean diem dulu” hehe … Bahkan kalau sudah sampai ke kelas lagi saat
bercanda, kerudungnya jadi acak-acakan lagi. Sampai teman-teman yang lain sadar
“Ghean kerudungnya tuh” Dan aku yaah membenarkan lagi. Banyak
sekali tingkah lakunya Ghean yang buat aku ketawa, dulu aku gak suka pakai
gelang-gelang gitu, paling hanya jam tangan saja. Tapi karena Ghean, aku
sedikit tertular memakai gelang hehe walaupun gak se-maniak Ghean. Aku tertular
keramaian Ghean, aku cenderung diem dan susah senyum berbeda sama Ghean yang
hambel dan asyik bawaannya hehe :D
Hhhmmm… dulu Ghean pernah bercerita “Aku
takut pas aku pake kerudung, kan aku masih nyanyi juga” dan aku hanya
merespon “Lah emang kenapa kalau nyanyi pakai kerudung ?” Ghean
pun terdiam. Dan alhasil sekarang ? Sahabat ku ini, pernah bercerita, kalau
selama dia pakai kerudung dia masih bisa nyanyi dan bahkan bisnis online-nya
juga berkembang pesat, beberapa kali aku membeli gamis dari Ghean. Ghean masih
aktif di paduan suara di kampusnya. Dia menjadi wakil dari paduan suaranya itu.
Bahkan pernah masuk berita online, bahwa dalam suatu acara paduan suaranya
mengisi sebuah acara yang dipandu oleh sahabat ku ini, Serena Ghean Niagara. Luar
biasa bukan perjalanan hidup sahabatku yang satu ini ? hhhmm mungkin ini
sederhana, tapi kalau suatu saat aku jadi penulis aku gak tau berapa lembar
yang harus aku tulis tentang sahabat-sahabat ku yang menginspirasi ini.
Aku sekarang sudah jarang
berkomunikasi dengan Ghean, karena jadwal ku yang cukup padat hehe :D bukan
tidak mau bertemu hanya saja belum ada waktu yang pas untuk bersua lama. Tapi
tak mengapa, aku berharap dengan tulisan ini membentuk lengkung bibirnya
menjadi lebih indah. Dia tersenyum dan tidak pernah melupakan sahabat
sebangkunya selama 2 tahun di SMA hehe.. miss u my geguuk ceecuul :P
Dirimu memberikan inspirasi buat aku,
perjalanan yang panjang diantara kita berdua memang belum bisa aku ungkapkan
diatas kertas ini tapi itu semua telah melebur dalam sebuah kisah kehidupan
kita. Don’t forgetten me..

Hahahaha.. Ternyata dekat juga ya din.. :D
BalasHapusdekat maksudnya ? hehe
BalasHapusassalamualaikum saysay Andin, speechless liat tulisan kamu hihi, thank you yaa, kamu jg salah satu inspirasi aku waktu aku pake hijab. love you saysay, miss you :-*
BalasHapusterharu
BalasHapus