Minggu, 09 Februari 2014

SERENA GHEAN NIAGARA



Dimulai saat aku duduk dibangku SMA, sahabat ku ‘Serena Ghean Niagara’ atau Ghean adalah teman sebangku ku selama 2 tahun di SMA. Kami kenal karena sebuah organisasi di sekolah, yaitu OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Kami dipertemukan saat kelas X SMA, waktu pemilihan OSIS angkatan baru. Aku dan Ghean masuk dikelompok yang sama, kalau tidak salah satu kelompok ada sekitar 10 hingga 12 orang. Dan dari kelompok kami, yang lulus seleksi OSIS angkatan itu adalah aku, Ghean dan Dewer.
Kelas ku dengan kelasnya Ghean bersebelahan, aku di kelas X.2 dan Ghean di kelas X.3. Saat itu kami dipersatukan dalam divisi OSIS yang sama, yakni Sekbid 8 atau Seksi Bidang Kesenian. Entah mengapa aku bisa masuk ke Sekbid 8, mungkin karena saat wawancara di pos terakhir saat seleksi OSIS, Kak Arif menanyakan keahlian dibidang seni. Aku pun menjawab bahwa aku bisa bermain gitar, menari tradisional dan sedikit bermain keyboard.
Senang awalnya bisa masuk Sekbid 8, padahal sempat terfikir bakalan ditaruh di Sekbid 1 yaitu Seksi Bidang Kerohanian. Tapi tak mengapa, dari sinilah aku bisa memulai perjalanan ku di bangku SMA hingga aku bersahabat dengan Ghean. Ghean menghabiskan masa jabatan di OSIS selama 2 tahun atau sampai selesai, sedangkan aku hanya 1 tahun saja saat aku duduk dibangku kelas X, alasannya mungkin klasik karena rumah ku lumayan jauh dan ingin belajar lebih fokus untuk mendapatkan  prestasi dan masuk ketempat kuliah-an yang aku impikan *yaah walaupun sekarang tidak berada ditempat yang sesuai hehe…
Singkat cerita, aku mengenal Ghean sebagai gadis yang aktif, pintar, jago bermain gitar, bisa bermain keyboard dan mempunyai suara yang merdu. Ghean aktif di event-event sekolah ku, sebagai pemampilan pembukaan acara, pertengahan acara atau penutupan acara. Penampilannya bisa dibilang ditunggu-tunggu oleh teman-teman seangkatan atau kakak kelas. Ghean piawai bermain gitar sambil bernyanyi, suaranya bagus dengan vibrasi-vibrasi yang dia mainkan sendiri.
Saat itu terbesit rasa untuk bisa ikut duet sama Ghean dalam sebuah penampilan disekolah, ingin menawarkan kerjasama, aku bermain gitar dan Ghean bernyanyi. Tapi entah mengapa aku malu untuk memberitahu teman-teman ku kalau aku bisa bermain gitar, bahkan sampai saat ini aku  belum pernah mengungkapkan keinginan itu, padahal sekarang kami sudah sama-sama kuliah semester 6, mungkin saat Ghean membaca tulisan ini rasanya dia tersenyum kecil hehe :D
Mungkin keinginan ku untuk berbicara itu kepada Ghean dikarenakan aku sudah berhijab. Saat itu Ghean belum berhijab, rambutnya yang hitam berikal panjang menjuntai kebawah dengan hiasan-hiasan lucu diatas kepalanya. Berbagai model jepit rambut, karet pengikat rambut, bando dan segala macam pernak-pernik diatas kepala, hampir Ghean punya semua. Singkat cerita, saat kami naik ke kelas XI SMA, kami dipersatukan dalam sebuah kelas yang makhluk-makhluk didalamnya pintar-pintar semua. Yup, di kelas XI.IPA. 1. Kelas yang kata guru-guru ku di SMA, kelas kumpulan anak-anak pintar, kelas yang katanya saingannya berat *hhhmmm padahal masih banyak siswa-siswi yang pintar-pintar di SMA ku selain di XI.IPA.1. Dari sinilah, aku menemukan sahabat-sahabat SMA-ku dan dari sinilah aku kenal dekat dengan Ghean.
Aku duduk sebangku dengan Ghean, awalnya kami satu bangku berisi 4 orang siswa. Karena saat itu sekolah ku sedang dalam pembangunan, kelas ku mendapat kelas yang paling pojok. Di sini aku sebangku dengan Dwi yang sekarang sudah menjadi pramugari di maskapai Lion Air, Elly yang menjadi calon guru bahasa inggris dan Ghean calon Sarjana Hukum yang sedang merintis usaha bisnis online-nya. Hhhmm luar biasa bukan ? :D Dari sinilah perjaanan intens antara aku dengan Ghean. Saat semester 2 di kelas XI.IPA.1, kelas ku dipindahkan, sudah tidak dipaling pojok lagi, dan aku duduk sebangku dengan Ghean. Duduk dipaling depan dekat meja guru.
Hari terus berlalu, hingga akhirnya kedekatan kita lebur dalam satu jiwa. Ghean paling bisa mengerti kalau seandainya aku sedang cemberut hehe. Setiap kali sudah masuk dalam pelajaran, aku selalu serius dan Ghean adalah penawarnya. Ghean selalu menunjukkan apa yang dia bawa dari rumah dalam isi tasnya. Segala macam pernak-pernik rambut, gelang, cincin, kalung-kalungan, gantungan sampai segala gunting dan gunting kuku ada di sahabatku yang satu ini. Ghean selalu cari-cari hal lucu yang dia bisa tunjukkin ke aku, kalau aku sudah serius sama soal-soal pelajaran. Sampai saking seriusnya, aku gak melirik apa yang Ghean tunjukkan ke aku dan Ghean berkata “Andiiiin, Andiiiiiinnnn… liyat ke iiih Andin mah serius ajah” sambil dengan wajah yang cemberut. Atau terkadang, kalau aku tidak merespon, dia menunjukkan hal lucu itu ke bangku belakang kami, ke bangkunya uphy dan juphe. Aku hanya merespon “hhhmmm… iyaa heheh” sambil nyengar-nyengir gak jelas dan pastinya masih fokus sama soal-soal dibuku, tapi aku juga suka nengok dan merespon dia hehe. Aku selalu berdua kemana-mana dengan Ghean, kalau Ghean nangis teman-teman satu kelas pasti mencari aku. Padahal usia aku sama Ghean beda 1 tahun, Ghean lahir di Denpasar Bali tanggal 03 Jan 1993, dan aku lahir di Jakarta tanggal 30 Mei 1994. Ghean terkenal hambel kesemua teman-teman, berbeda sama aku yang sedikit kaku hehe. Kekosongan jiwa aku terasa diisi oleh tingkah lakunya Ghean, dia melengkapi apa yang tidak ada didalam diri ku. Hmmm bisa dibilang, aku lebih banyak diam dibandingkan dengan Ghean.
Pokoknya banyak banget cerita yang aku dan Ghean lewatin, motornya Ghean gak asing buat aku. Yup, karena aku selalu berboncengan sama Ghean kalau mau pergi kemana-mana dengan teman-teman sekolah ku dulu. Mulai dari motornya yang polos sampai ada box dibelakang aku ngerasain. Ghean paling bisa menghibur aku kalau aku lagi bête, sebel, jutek dan gak asyik. Ada ajah tingkah lakunya yang buat bibir ku nyengir kembali.
Okee, singkat cerita.. saat kami duduk dibangku kelas XII.IPA.1, Ghean bilang “Andin, kalau aku pake kerudung gimana ?” bibir ku tersenyum sambil berkata “Yaa gpp, bagus dong pasti lebih cantik.. Orangtua kamu gimana ? dukung kan ?” Ghean pun membalas “iyaa dukung, kan Mbak Gerry sama Mas Gesta dari UIN, aku banyak melihat Mbak Gerry”. Mbak Gerry adalah kakanya Ghean yang ke-2, dan Mas Gesta adalah kakaknya Ghean yang pertama. Sampai akhirnya, tereeeeeennggggg ……. Ghean ke sekolah pakai kerudung :D waaahh Subhanallah aku ikuuttt seneng :D
Aku kaget pas dapet kabar dari teman-teman ku Ghean berkerudung, karena saat itu aku sedang diluar kelas. Yup, Ghean berkerudung, dan aku masih ingat kerdung yang dipakai Ghean pertama kali, kerudung putih yang tipis. Dan aku masih ingat sekali, pas awal-awal Ghean berhijab, aku sama Ghean sering sekali ke kamar mandi. Tahukah kami berdua ngapain ? Yup, aku membenarkan kerudung yang dipakai Ghean. Saat dibenarkan Ghean terkadang bergerak-gerak dan gak bisa diem sampai aku sering bilang “iihh Ghean diem dulu” hehe … Bahkan kalau sudah sampai ke kelas lagi saat bercanda, kerudungnya jadi acak-acakan lagi. Sampai teman-teman yang lain sadar “Ghean kerudungnya tuh” Dan aku yaah membenarkan lagi. Banyak sekali tingkah lakunya Ghean yang buat aku ketawa, dulu aku gak suka pakai gelang-gelang gitu, paling hanya jam tangan saja. Tapi karena Ghean, aku sedikit tertular memakai gelang hehe walaupun gak se-maniak Ghean. Aku tertular keramaian Ghean, aku cenderung diem dan susah senyum berbeda sama Ghean yang hambel dan asyik bawaannya hehe :D
Hhhmmm… dulu Ghean pernah bercerita “Aku takut pas aku pake kerudung, kan aku masih nyanyi juga” dan aku hanya merespon “Lah emang kenapa kalau nyanyi pakai kerudung ?” Ghean pun terdiam. Dan alhasil sekarang ? Sahabat ku ini, pernah bercerita, kalau selama dia pakai kerudung dia masih bisa nyanyi dan bahkan bisnis online-nya juga berkembang pesat, beberapa kali aku membeli gamis dari Ghean. Ghean masih aktif di paduan suara di kampusnya. Dia menjadi wakil dari paduan suaranya itu. Bahkan pernah masuk berita online, bahwa dalam suatu acara paduan suaranya mengisi sebuah acara yang dipandu oleh sahabat ku ini, Serena Ghean Niagara. Luar biasa bukan perjalanan hidup sahabatku yang satu ini ? hhhmm mungkin ini sederhana, tapi kalau suatu saat aku jadi penulis aku gak tau berapa lembar yang harus aku tulis tentang sahabat-sahabat ku yang menginspirasi ini.
Aku sekarang sudah jarang berkomunikasi dengan Ghean, karena jadwal ku yang cukup padat hehe :D bukan tidak mau bertemu hanya saja belum ada waktu yang pas untuk bersua lama. Tapi tak mengapa, aku berharap dengan tulisan ini membentuk lengkung bibirnya menjadi lebih indah. Dia tersenyum dan tidak pernah melupakan sahabat sebangkunya selama 2 tahun di SMA hehe.. miss u my geguuk ceecuul :P
Dirimu memberikan inspirasi buat aku, perjalanan yang panjang diantara kita berdua memang belum bisa aku ungkapkan diatas kertas ini tapi itu semua telah melebur dalam sebuah kisah kehidupan kita. Don’t forgetten me..
 

4 komentar:

  1. assalamualaikum saysay Andin, speechless liat tulisan kamu hihi, thank you yaa, kamu jg salah satu inspirasi aku waktu aku pake hijab. love you saysay, miss you :-*

    BalasHapus