Minggu, 16 Februari 2014

FENOMENA JAKARTA BANJIR (Analisa calon ahli kesehatan lingkungan) Aamiin :D



Penyebab permasalahan banjir di DKI Jakarta yang terjadi saat musim penghujan disebabkan karena beberapa faktor pendukung terkait dengan keadaan kondisi alam yang meliputi iklim, curah hujan dan geologi. Serta penataan kota yang meliputi pembangunan daerah perkotaan. Seperti yang diketahui, penataan kota di Jakarta yang luas wilayahnya sekitar 661,52 km2 daratan dan lautan seluas 6.977,5 km2 (berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1227 tahun 1989) didominasi oleh gedung-gedung tinggi, jalan layang dan sedikit lahan penghijauan. Ditambah lagi dengan perilaku penduduk yang sampai sekarang kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Selain itu, lahan pembuangan sampah di DKI Jakarta tidak seimbang dengan hasil sampah setiap harinya.
Mengapa Jakarta Langganan Banjir ???
1.   Karena Pemeliharaan Sungai dan Drainase Kota di DKI Jakarta masih belum optimal
Hal ini disebabkan banyaknya hunian yang berada disekitar lahan basah seperti daerah dekat sungai, rawa dan laut yang dijadikan perumahan atau tempat tinggal, menyebabkan kemampuan tanah menyerap air jadi berkurang. Ditambah lagi penyempitan alur sungai yang lagi-lagi berubah menjadi daerah permukiman. Permukiman disekitar bantaran sungai menyebabkan penyempitan alur sungai yang fungsinya sebagai pencegah banjir.
2.   Tidak adanya lahan tempat pembuangan sampah yang mencukupi
Seperti yang diketahui bahwa TPA Bantar Gebang, Bekasi adalah tempat pembuangan akhir sampah dari Jakarta. Walaupun luas TPA ini cukup memadai tapi mungkinkah bisa menampung secara terus-menerus sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta ? Belum lagi kendala-kendala biaya administrasi dalam menangani masalah sampah. Lahan di Jakarta, rata-rata telah dijadikan permukiman dan gedung-gedung tinggi dan hanya menyisakan sedikit lahan penghijauan. Akibatnya, para penduduk membuang sampah disungai-sungai dan menyebabkan penyumbatan pada sungai.
3.   Tata Ruang dan Kota di DKI Jakarta masih berantakan
Tata letak ruang dan kota DKI Jakarta masih belum seimbang. Penggunaan lahan sangat banyak digunakan untuk gedung-gedung tinggi, jalan layang dan permukiman sehingga perhatian terhadap drainase masih belum optimal. Ditambah lagi dorongan urbanisasi setiap tahun semakin bertambah, menjadikan daerah sekitar sungai dijadikan tempat hunian yang illegal. Lahan-lahan penghijauan yang sudah ada pun belum bisa menyeimbangkan dengan banyaknya gedung-gedung di Jakarta, belum lagi lahan penghijauan ini tidak terawat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
4.   Rendahnya perhatian masyarakat terhadap lingkungan
Tidak bisa dipungkiri, kejadian banjir tidak hanya menyalahkan ruang dan tata letak kota yang belum seimbang atau menyalahkan curah hujan yang tinggi disuatu wilayah melainkan perilaku masyarakat yang kesadarannya masih kurang terhadap lingkungan. Rendahnya tingkat pendidikan, pemahaman dan pendapatan masyarakat sangat berpengaruh terhadap cara hidup masyarakat itu sendiri. Pada masyarakat yang hidup disekitar bantaran sungai sudah terbiasa dengan bencana banjir dan terbiasa pula dengan membuang sampah sembarangan kesungai. Perilaku hidup seperti ini sulit untuk dirubah secara cepat, ditambah lagi pada kenyataannya lahan untuk pembuangan sampah sangat minim di Jakarta apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan hasil buangan sampah setiap harinya.

Jadi bagaimana peranan kita sebagai seorang Sanitarian ??? Yup, dimulai dari 'hal' yang paling sederhana dan mungkin bisa dilakukan oleh yang masih berstatus mahasiswa kesehatan lingkungan ..
Penanganan banjir disekitar wilayah DKI Jakarta merupakan tugas lintas sektor antara masyarakat dengan pemerintah. Secara administrasi pemerintah provinsi DKI Jakarta mempunyai peraturan perundang-undangan yang tegas tentang penataan lahan kota yang benar, pihak-pihak swasta terkait juga harus mempunyai perizinan pembangunan perumahan berupa AMDAL atau RKL dan RPL. Sedangkan dari segi pemberdayaan masyarakat sangat berperan disini, masyarakat harus mampu dan mau menangani bencana rutin ini secara bersama-sama dengan tertib untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membangun tempat tinggal disekitar bantaran sungai ini mungkin intervensi yang cukup sulit tapi disinilah kuncinya meyakinkan masyarakat untuk relokasi tempat tinggal.
Berdasarkan alasan-alasan diatas yang memaparkan terjadinya banjir di Jakarta, maka langkah yang bisa dilakukan seorang sanitarian diantaranya :
1.   Membentuk Forum Peduli Banjir di Kawasan Yang Bersangkutan
Ini merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat mandiri dan sigap. Mengikutsertakan peran masyarakat dalam menghadapi banjir merupakan tonggak yang sangat utama, meyakinkan masyarakat yang mempunyai status pendidikan berbeda-beda bukanlah hal yang mudah. Masyarakat yang tinggal dilangganan daerah banjir sudah beradaptasi dengan keadaan ini. Membentuk forum peduli banjir juga bisa membantu pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan ketika banjir terjadi. Salah satu contoh kegiatan yang bisa dilakukan forum peduli banjir adalah membuat sumur-sumur resapan disekitar kawasan rawan banjir.
2.   Masyarakat didaerah rawan banjir dibekali pengetahuan dan tindakan pencegahan banjir
Hal yang mungkin bisa dilakukan untuk menangani banjir dikawasan yang rawan banjir adalah memberikan pengetahuan dan tindakan pencegahan terhadap banjir kepada masyarakat yang bersangkutan. Pengetahuan mulai dari mengapa bisa terjadi banjir dikawasan tersebut berikut faktor-faktor penyebab banjir, akibat dari terjadinya banjir, penyakit yang biasa timbul karena banjir beserta pencegahan-pencegahannya seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan daur ulang sampah, meminimasi sampah. Bisa juga dilakukan simulasi tindakan pencegahan banjir kepada masyarakat yang bersangkutan didaerah yang rawan banjir.
3.   Melakukan normalisasi sungai beserta waduk-waduk
Sistem normalisasi sungai dilakukan dengan cara merelokasi terlebih dahulu penduduk yang tinggal dibantaran sungai kemudian dilakukan pembersihan sungai dari sampah-sampah yang menumpuk dan menjadikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Pemeliharaan sungai harus dioptimalkan agar fungsinya sebagai pencegah banjir bisa terealisasikan.
 

Mohon maaf jika ada kesalahan :) semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar