Penyebab permasalahan banjir di DKI
Jakarta yang terjadi saat musim penghujan disebabkan karena beberapa faktor
pendukung terkait dengan keadaan kondisi alam yang meliputi iklim, curah hujan
dan geologi. Serta penataan kota yang meliputi pembangunan daerah perkotaan.
Seperti yang diketahui, penataan kota di Jakarta yang luas wilayahnya sekitar
661,52 km2 daratan dan lautan seluas 6.977,5 km2 (berdasarkan
Keputusan Gubernur Nomor 1227 tahun 1989) didominasi oleh gedung-gedung
tinggi, jalan layang dan sedikit lahan penghijauan. Ditambah lagi dengan perilaku
penduduk yang sampai sekarang kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya
masih rendah. Selain itu, lahan pembuangan sampah di DKI Jakarta tidak seimbang
dengan hasil sampah setiap harinya.
Mengapa Jakarta Langganan Banjir ???
1.
Karena Pemeliharaan Sungai dan Drainase
Kota di DKI Jakarta masih belum optimal
Hal ini disebabkan banyaknya hunian
yang berada disekitar lahan basah seperti daerah dekat sungai, rawa dan laut
yang dijadikan perumahan atau tempat tinggal, menyebabkan kemampuan tanah
menyerap air jadi berkurang. Ditambah lagi penyempitan alur sungai yang
lagi-lagi berubah menjadi daerah permukiman. Permukiman disekitar bantaran
sungai menyebabkan penyempitan alur sungai yang fungsinya sebagai pencegah
banjir.
2.
Tidak adanya lahan tempat pembuangan
sampah yang mencukupi
Seperti yang diketahui bahwa TPA Bantar
Gebang, Bekasi adalah tempat pembuangan akhir sampah dari Jakarta. Walaupun
luas TPA ini cukup memadai tapi mungkinkah bisa menampung secara terus-menerus
sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta ? Belum lagi kendala-kendala biaya
administrasi dalam menangani masalah sampah. Lahan di Jakarta, rata-rata telah
dijadikan permukiman dan gedung-gedung tinggi dan hanya menyisakan sedikit
lahan penghijauan. Akibatnya, para penduduk membuang sampah disungai-sungai dan
menyebabkan penyumbatan pada sungai.
3.
Tata Ruang dan Kota di DKI Jakarta
masih berantakan
Tata letak ruang dan kota DKI Jakarta
masih belum seimbang. Penggunaan lahan sangat banyak digunakan untuk
gedung-gedung tinggi, jalan layang dan permukiman sehingga perhatian terhadap
drainase masih belum optimal. Ditambah lagi dorongan urbanisasi setiap tahun
semakin bertambah, menjadikan daerah sekitar sungai dijadikan tempat hunian
yang illegal. Lahan-lahan penghijauan yang sudah ada pun belum bisa
menyeimbangkan dengan banyaknya gedung-gedung di Jakarta, belum lagi lahan
penghijauan ini tidak terawat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
4.
Rendahnya perhatian masyarakat terhadap
lingkungan
Tidak bisa dipungkiri, kejadian banjir
tidak hanya menyalahkan ruang dan tata letak kota yang belum seimbang atau
menyalahkan curah hujan yang tinggi disuatu wilayah melainkan perilaku masyarakat
yang kesadarannya masih kurang terhadap lingkungan. Rendahnya tingkat
pendidikan, pemahaman dan pendapatan masyarakat sangat berpengaruh terhadap
cara hidup masyarakat itu sendiri. Pada masyarakat yang hidup disekitar
bantaran sungai sudah terbiasa dengan bencana banjir dan terbiasa pula dengan
membuang sampah sembarangan kesungai. Perilaku hidup seperti ini sulit untuk
dirubah secara cepat, ditambah lagi pada kenyataannya lahan untuk pembuangan
sampah sangat minim di Jakarta apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan
hasil buangan sampah setiap harinya.
Jadi bagaimana peranan kita sebagai seorang Sanitarian ??? Yup, dimulai dari 'hal' yang paling sederhana dan mungkin bisa dilakukan oleh yang masih berstatus mahasiswa kesehatan lingkungan ..
Penanganan banjir disekitar wilayah DKI
Jakarta merupakan tugas lintas sektor antara masyarakat dengan pemerintah.
Secara administrasi pemerintah provinsi DKI Jakarta mempunyai peraturan
perundang-undangan yang tegas tentang penataan lahan kota yang benar,
pihak-pihak swasta terkait juga harus mempunyai perizinan pembangunan perumahan
berupa AMDAL atau RKL dan RPL. Sedangkan dari segi pemberdayaan masyarakat
sangat berperan disini, masyarakat harus mampu dan mau menangani bencana rutin
ini secara bersama-sama dengan tertib untuk tidak membuang sampah sembarangan
dan tidak membangun tempat tinggal disekitar bantaran sungai ini mungkin
intervensi yang cukup sulit tapi disinilah kuncinya meyakinkan masyarakat untuk
relokasi tempat tinggal.
Berdasarkan alasan-alasan diatas yang
memaparkan terjadinya banjir di Jakarta, maka langkah yang bisa dilakukan
seorang sanitarian diantaranya :
1.
Membentuk Forum Peduli Banjir di
Kawasan Yang Bersangkutan
Ini merupakan salah satu pemberdayaan
masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat mandiri dan sigap. Mengikutsertakan
peran masyarakat dalam menghadapi banjir merupakan tonggak yang sangat utama, meyakinkan
masyarakat yang mempunyai status pendidikan berbeda-beda bukanlah hal yang
mudah. Masyarakat yang tinggal dilangganan daerah banjir sudah beradaptasi
dengan keadaan ini. Membentuk forum peduli banjir juga bisa membantu pemerintah
dalam menyalurkan berbagai bantuan ketika banjir terjadi. Salah satu contoh
kegiatan yang bisa dilakukan forum peduli banjir adalah membuat sumur-sumur
resapan disekitar kawasan rawan banjir.
2.
Masyarakat didaerah rawan banjir
dibekali pengetahuan dan tindakan pencegahan banjir
Hal yang mungkin bisa dilakukan untuk
menangani banjir dikawasan yang rawan banjir adalah memberikan pengetahuan dan
tindakan pencegahan terhadap banjir kepada masyarakat yang bersangkutan. Pengetahuan
mulai dari mengapa bisa terjadi banjir dikawasan tersebut berikut faktor-faktor
penyebab banjir, akibat dari terjadinya banjir, penyakit yang biasa timbul
karena banjir beserta pencegahan-pencegahannya seperti tidak membuang sampah
sembarangan, melakukan daur ulang sampah, meminimasi sampah. Bisa juga dilakukan
simulasi tindakan pencegahan banjir kepada masyarakat yang bersangkutan
didaerah yang rawan banjir.
3.
Melakukan normalisasi sungai beserta
waduk-waduk
Sistem normalisasi sungai dilakukan
dengan cara merelokasi terlebih dahulu penduduk yang tinggal dibantaran sungai
kemudian dilakukan pembersihan sungai dari sampah-sampah yang menumpuk dan
menjadikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Pemeliharaan sungai harus
dioptimalkan agar fungsinya sebagai pencegah banjir bisa terealisasikan.
Mohon maaf jika ada kesalahan :) semoga bermanfaat