Senin, 07 April 2014

Ketapang - Gili Manuk "New year 2014"

suasana laut dimalam hari
perjalanan pulang menjelang malam hari Gili Manuk - Ketapang
perjalanan pulang Gili Manuk - Ketapang
Pemandangan pukul 17.53 waktu setempat (perjalanan pulang)
pemandangan petang hari (16.00 waktu setempat) Ketapang - Gili Manuk
Perjalanan Pelabuhan Ketapang - Gili Manuk

Explore Indonesia Jawa - Bali *perjalanan berangkat dan pulang*

Nasihat untuk diri



“Wamaa kholatul jinna, wal’insa illa liya’buduun……” tidak diciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepada Allah. Inilah hakikat penciptaan kita yang sebenarnya, bukan yang lain. Apa maksudnya beribadah ? Mengabdikan diri menurut ajaran Allah. Jadi, pedoman kita itu Al-Qur’an yang kemudian pelaksanaannya dicontohkan oleh Rasulullah. Dengan tatanan hidup Islam yang merupakan rahmat bagi semesta. Mau antum jadi apapun kelak, bekerja sebagai apapun, dimanapun, jangan lupa dengan hakikat penciptaan kita. Tapi jangan lupa juga, kita ini diciptakan untuk melakukan sesuatu, bukan semuanya. Itu sebabnya penting bagi kita, mengenal dengan baik diri kita, apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan kita, untuk kemudian bermanfaat yang sebesar-besarnya diranah itu. Supaya apa ? Supaya kontribusi kita didunia ini optimal”

Pekerjaan Memberi, TMR - Azhar Nurun Ala
 "Mencintai itu bukan cuma soal rasa suka atau ketertarikan. Bukan cuma soal kekaguman. Lebih dari itu, mencintai itu sebuah keputusan. Keputusa yang besar"
Ada dua hal yang membuat kita hari ini berbeda dengan kita bertahun-tahun yang akan datang, buku yang kita baca dan orang-orang yang kita temui. Buku yang kita baca akan membentuk pola pikir kita, orang-orang terdekat kita akan membentuk karakter kita. Bacalah banyak buku, temui dan tumbuhlah bersama orang-orang hebat, orang-orang yang melakukan banyak perubahan besar dan orang-orang yang kamu kagumi.

-Tuhan Maha Romantis^Azhar Nurun Ala-

New Year 2013 @Tidung Island - Kepulauan Seribu

-Andini, Iqbal, Robby-
dengan sepupu -Robby-
setelah snorkeling
-Venny, Andini, Om Budi-
Persiapan snorkeling
-Robby, Om Budi, Thania-
-Iqbal&Robby-


















Sabtu, 01 Maret 2014

Detik-Detik menjelang keberangkatan PKL Season 2 (dibaca : PKN) Mahasiswa Jur. Kesehatan Lingkungan Ke Desa Dringo dan Desa Penangkan, Kec.Wonotunggal - Kab. Batang, Jateng Tahun 2014




H-1 (dibaca H minus 1) keberangkatan mahasiwa/i Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenekes Jakarta II berangkat PKL Season 2 (dulunya disebut PKN/KKN, karena perubahan kurikulum jadi berdampak pada perubahan ‘sebutan’ istilah). Setelah shalat dzuhur dan packing pun sudah selesai dari hari sebelumnya, merasa bingung mau apa yang harus dikerjakan selanjutnya selain menunggu waktu keberangkatan yang jatuh pada Jam 9 pagi, Hari Senin, 03 Maret 2014. Yup ditengah-tengah kesibukan tingkat akhir jadi mahasiswa yang padat merayap, menjadikan saya untuk sulit menulis lagi karena masih banyak tulisan yang belum rampung, mulai dari cerita awal tahun 2014, cerita PKL Season 1, kepadatan jadwal tingkat 3 yang benar-benar seperti tidak ada space untuk bernafas, UAS susulan yang dikabarkan mendadak dan akhirnya tertunda sampai selesainya PKL Season 2 dan pastinya cerita tentang PKL Season 2 yang bakalan ikutan ngantri buat ditulis. Terus ‘menulis’ buat apa kalau begitu
Menulis sudah jadi kebutuhan jiwa bagi beberapa orang yang hobbi menulis, walaupun cerita mereka tidak dan gak semua dipajang dalam bentuk tulisan dikertas atau blog-blog, tapi sudah menjadi sesuatu yang mendesak dalam hati dan pikiran jika tidak dituangankan dalam bentuk tulisan. Simple sii alasanya hanya ingin mengubah sebuah ‘cerita’ menjadi kumpulan ‘kisah’ (ini alasan dasar saya dalam menulis) kenapa harus dirubah ? karena cerita itu terlihat singkat dan untuk menjadikannya abadi harus kita ubah dulu menjadi kisah agar tidak terlupakan oleh waktu yang cepat berjalan. Oke cukup ! daripada kemana-mana mending dilanjutin dengan kisah detik-detik menjelang PKL Season 2 ini.
Gak terasa ya sudah tingkat akhir berstatus menjadi “Mahasiswa/i” di Poltekkes Kemenkes Jakarta II tepatnya di Jurusan Kesehatan Lingkungan yang sebentar lagi kita akan melepaskan ‘atribut’ sebagai mahasiswa/i JKL Poltekkes Kemeneks Jakarta II. Yup itu adalah rasa yang alamiah terjadi buat kawan-kawan di JKL Angkatan 2011, lumrah sii buat setiap angkatan kalau sudah diujung tanduk perkuliahan hehe..Sudah hampir 3 tahun, kita bersama, khususnya untuk kelas @keslingA_011. Semua cerita campur aduk ada disini, mulai dari kompaknya, perang dinginnya, saingannya, ke-kanak-kanak-annya, ke-ramai-annya, ke-kocak-kannya, ke-nyebelin-nya, ke-ngangenin-nya, ke-ribet-annya dan ke-segala-gala-nya ada disini. Angkatan JKL 2011 juga membuat jaket angkatan untuk memberikan kesan kekompakkan, walaupun ada suara pro dan kontra-nya. Gak sadar loh sudah mau pisah kita, tapi jangan sedih karena memang sudah jalannya kalau setiap pertemuan pasti ada perpisahan didalamnya mau apapun bentuk pertemuan itu sekalipun suami-istri yang sudah setia sampai nenek-kakek pasti ujung-ujungnya akan dipisahkan oleh takdir yang pasti yaitu kematian. Jadi kesimpulannya boleh sedih tapi jangan sampai terhuyung-huyung (berlebihan), toh pasangan dari pertemuan kan perpisahan dan Allah memang menciptakan segala sesuatunya berpasangan bukan ??
Respon kawan-kawanku tentang pemberangkatan PKL Season 2 ini pasti campur-campur ada yang versi 1 “yeeehh akhirnyaaa PKL juga, jalan-jalan dapet pengalaman.. Alhamdulillah”. Ada juga yang versi 2 “seneng siih bisa PKL ke luar daerah, kedesa pula dapet pengalaman tapiiii…. Lamanya itu loh satu bulan satu rumah sama temen-temen yang gak deket, dirumah orang pula..gimana yaaa”. Nah ada juga yang versi 3 “hhmm kenapa yaa PKL harus jauh-jauh kedaerah Jawa ? dipinggiran Jakarta masih ada juga kok yang belum memenuhi syarat dari ilmu kesling”. Nah ini versi yang ke 4 “yaaah namanya juga sistem emang udah begini, suka gak suka, mau gak mau, ikutin ajahlah”, versi ke 4 ini adalah kategori kelompok yang pasrah haha. Dan kalian termasuk versi yang mana ? oke lupakan versi-versi respon diatas tadi, terlepas dari berbagai versi respon tersebut ternyata versi 4 atau versi pasrah yang jadi pemenangnya ya gak ? Tapi ingaaatttt !! PKL Season 2 ini pasti bakalan berkesaaaann banget buat kita semua, terlepas dari ‘enak’ atau ‘gak enak’-nya perjalanan kita nanti. Kenapa ?? karena pasti perjalanan kita ini bakalan terlontar dari bibir kita yang akan kita ceritakan kepada orang-orang terdekat kita tentang pengalaman kita disana, bahkan tanpa mereka bertanya pasti ada rasa antusias kita untuk bercerita.
Mahasiswa/i dalam satu angkatan dicampur dan diacak serta dimasukkan dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Yup pembelajaran baru akan dimulai bersama-sama dengan ke-tidak-tahu-an dari masing-masing orang, ini adalah pembelajaran dari universitas kehidupan. Pembelajaran awal sebelum kita mendapatkan pembelajaran selanjutnya dipenghujung kuliah nanti untuk tugas akhir kuliah kita. Disini, kita akan sama-sama tahu bagaimana karakter teman-teman kita yang ada disekeliling kita, walaupun awalnya kita belum ada rasa peduli untuk tahu tentang teman-teman kita sebelumnya. Disini, kita akan bertindak dewasa tanpa kita sadari karena kita akan secara alami untuk ‘di-tuntut’ tidak egois satu sama lain (terlepas dari keinginan kita masing-masing). Disini, kita akan diterjunkan kemasyarakat desa dan mendapatkan ‘amanah’ (bukan sekedar tanggung jawab) untuk mencerdaskan warga didesa agar mendapatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya (sesuai dengan tujuan dari ilmu kesling) dan merupakan bagian dari HAM (Hak Azasi Manusia). Pembelajaran hidup yang luar biasa bukan ? dan ini adalah mata kuliah alami dari universitas kehidupan yang nilainya dinilai langsung oleh paradigma masing-masing orang dan dipengaruhi oleh ke-subjektif-an seseorang terhadap seseorang lainnya. Waw ternyata beratan nilai ini ya dibanding nilai angka diatas kertas putih selama ini ???? (mikirkeras).
Semua kawan-kawan pasti sudah mepersiapkan atau sedang mem-fix-kan persiapannya untuk keberangkatan besok. Untuk kelas @keslingA_011, pada hari senin sebelum pemberangkatan akan menggunakan baju samaan dengan warna ‘biru dongker” dan berencana untuk berfoto-foto dulu. Ini ide yang bagus, karena dengan acara foto bersama ini setidaknya akan melupakankan rasa ke-tidak-kompak-an yang pernah terjadi dan meleburkan jiwa-jiwa menjadi satu kembali. Pastinya ini kenangan yang tidak akan pernah terlupakan dan akan kami pamerkan kepada keluarga dan anak-anak kami nantinya. Moment ini adalah kebahagiaan yang sederhana, yang membuat bibir kami melengkung manis ketika mengingat dan melihat foto tersebut. Semoga dengan kejadian-kejadian yang kita alami bersama selama ini, menjadikan kita makin dewasa dan tetap kompak, merubah segala yang kurang dari setiap masing-masing dalam diri kita untuk bisa sama-sama melebur dalam satu kesatuan jiwa.
Teruntuk sahabat kami yang sudah berjalan menuju keabadian, Bang Fikri… Fikri Yudha Nugraha, maaf kalau sekiranya difoto kami dengan baju samaan berwarna biru dongker, abang tidak ada bukan berarti abang tidak akan kami ceritakan ke anak-anak kami nanti, tetap akan kami ceritakan bahwa kami pernah kehilangan sosok kawan sekaligus abang saat kami berkuliah disini. Doa kami selalu terpanjat untukmu bang..
Masing-masing dari kita adalah peran utama untuk melukiskan pelangi disetiap kertas putih yang orang lain punya, entah warna apa yang dilukiskan kita tidak saling tahu yang kita tahu adalah gambar tersebut merupakan hasil dari orang yang berada disekeliling kita. I LOVE YOU GUYS AND WE ARE LOVE EACH OTHERS.
Terimakasih kawan-kawan ku sudah mau melukiskan pelangi diatas kertas putih ku yang awalnya kosong tanpa warna. 
Tahun 2011

Tahun 2012
Tahun 2013




Tahun 2014

Minggu, 16 Februari 2014

FENOMENA JAKARTA BANJIR (Analisa calon ahli kesehatan lingkungan) Aamiin :D



Penyebab permasalahan banjir di DKI Jakarta yang terjadi saat musim penghujan disebabkan karena beberapa faktor pendukung terkait dengan keadaan kondisi alam yang meliputi iklim, curah hujan dan geologi. Serta penataan kota yang meliputi pembangunan daerah perkotaan. Seperti yang diketahui, penataan kota di Jakarta yang luas wilayahnya sekitar 661,52 km2 daratan dan lautan seluas 6.977,5 km2 (berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1227 tahun 1989) didominasi oleh gedung-gedung tinggi, jalan layang dan sedikit lahan penghijauan. Ditambah lagi dengan perilaku penduduk yang sampai sekarang kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Selain itu, lahan pembuangan sampah di DKI Jakarta tidak seimbang dengan hasil sampah setiap harinya.
Mengapa Jakarta Langganan Banjir ???
1.   Karena Pemeliharaan Sungai dan Drainase Kota di DKI Jakarta masih belum optimal
Hal ini disebabkan banyaknya hunian yang berada disekitar lahan basah seperti daerah dekat sungai, rawa dan laut yang dijadikan perumahan atau tempat tinggal, menyebabkan kemampuan tanah menyerap air jadi berkurang. Ditambah lagi penyempitan alur sungai yang lagi-lagi berubah menjadi daerah permukiman. Permukiman disekitar bantaran sungai menyebabkan penyempitan alur sungai yang fungsinya sebagai pencegah banjir.
2.   Tidak adanya lahan tempat pembuangan sampah yang mencukupi
Seperti yang diketahui bahwa TPA Bantar Gebang, Bekasi adalah tempat pembuangan akhir sampah dari Jakarta. Walaupun luas TPA ini cukup memadai tapi mungkinkah bisa menampung secara terus-menerus sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta ? Belum lagi kendala-kendala biaya administrasi dalam menangani masalah sampah. Lahan di Jakarta, rata-rata telah dijadikan permukiman dan gedung-gedung tinggi dan hanya menyisakan sedikit lahan penghijauan. Akibatnya, para penduduk membuang sampah disungai-sungai dan menyebabkan penyumbatan pada sungai.
3.   Tata Ruang dan Kota di DKI Jakarta masih berantakan
Tata letak ruang dan kota DKI Jakarta masih belum seimbang. Penggunaan lahan sangat banyak digunakan untuk gedung-gedung tinggi, jalan layang dan permukiman sehingga perhatian terhadap drainase masih belum optimal. Ditambah lagi dorongan urbanisasi setiap tahun semakin bertambah, menjadikan daerah sekitar sungai dijadikan tempat hunian yang illegal. Lahan-lahan penghijauan yang sudah ada pun belum bisa menyeimbangkan dengan banyaknya gedung-gedung di Jakarta, belum lagi lahan penghijauan ini tidak terawat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
4.   Rendahnya perhatian masyarakat terhadap lingkungan
Tidak bisa dipungkiri, kejadian banjir tidak hanya menyalahkan ruang dan tata letak kota yang belum seimbang atau menyalahkan curah hujan yang tinggi disuatu wilayah melainkan perilaku masyarakat yang kesadarannya masih kurang terhadap lingkungan. Rendahnya tingkat pendidikan, pemahaman dan pendapatan masyarakat sangat berpengaruh terhadap cara hidup masyarakat itu sendiri. Pada masyarakat yang hidup disekitar bantaran sungai sudah terbiasa dengan bencana banjir dan terbiasa pula dengan membuang sampah sembarangan kesungai. Perilaku hidup seperti ini sulit untuk dirubah secara cepat, ditambah lagi pada kenyataannya lahan untuk pembuangan sampah sangat minim di Jakarta apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan hasil buangan sampah setiap harinya.

Jadi bagaimana peranan kita sebagai seorang Sanitarian ??? Yup, dimulai dari 'hal' yang paling sederhana dan mungkin bisa dilakukan oleh yang masih berstatus mahasiswa kesehatan lingkungan ..
Penanganan banjir disekitar wilayah DKI Jakarta merupakan tugas lintas sektor antara masyarakat dengan pemerintah. Secara administrasi pemerintah provinsi DKI Jakarta mempunyai peraturan perundang-undangan yang tegas tentang penataan lahan kota yang benar, pihak-pihak swasta terkait juga harus mempunyai perizinan pembangunan perumahan berupa AMDAL atau RKL dan RPL. Sedangkan dari segi pemberdayaan masyarakat sangat berperan disini, masyarakat harus mampu dan mau menangani bencana rutin ini secara bersama-sama dengan tertib untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membangun tempat tinggal disekitar bantaran sungai ini mungkin intervensi yang cukup sulit tapi disinilah kuncinya meyakinkan masyarakat untuk relokasi tempat tinggal.
Berdasarkan alasan-alasan diatas yang memaparkan terjadinya banjir di Jakarta, maka langkah yang bisa dilakukan seorang sanitarian diantaranya :
1.   Membentuk Forum Peduli Banjir di Kawasan Yang Bersangkutan
Ini merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat mandiri dan sigap. Mengikutsertakan peran masyarakat dalam menghadapi banjir merupakan tonggak yang sangat utama, meyakinkan masyarakat yang mempunyai status pendidikan berbeda-beda bukanlah hal yang mudah. Masyarakat yang tinggal dilangganan daerah banjir sudah beradaptasi dengan keadaan ini. Membentuk forum peduli banjir juga bisa membantu pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan ketika banjir terjadi. Salah satu contoh kegiatan yang bisa dilakukan forum peduli banjir adalah membuat sumur-sumur resapan disekitar kawasan rawan banjir.
2.   Masyarakat didaerah rawan banjir dibekali pengetahuan dan tindakan pencegahan banjir
Hal yang mungkin bisa dilakukan untuk menangani banjir dikawasan yang rawan banjir adalah memberikan pengetahuan dan tindakan pencegahan terhadap banjir kepada masyarakat yang bersangkutan. Pengetahuan mulai dari mengapa bisa terjadi banjir dikawasan tersebut berikut faktor-faktor penyebab banjir, akibat dari terjadinya banjir, penyakit yang biasa timbul karena banjir beserta pencegahan-pencegahannya seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan daur ulang sampah, meminimasi sampah. Bisa juga dilakukan simulasi tindakan pencegahan banjir kepada masyarakat yang bersangkutan didaerah yang rawan banjir.
3.   Melakukan normalisasi sungai beserta waduk-waduk
Sistem normalisasi sungai dilakukan dengan cara merelokasi terlebih dahulu penduduk yang tinggal dibantaran sungai kemudian dilakukan pembersihan sungai dari sampah-sampah yang menumpuk dan menjadikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Pemeliharaan sungai harus dioptimalkan agar fungsinya sebagai pencegah banjir bisa terealisasikan.
 

Mohon maaf jika ada kesalahan :) semoga bermanfaat