H-1 (dibaca H
minus 1) keberangkatan mahasiwa/i Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes
Kemenekes Jakarta II berangkat PKL Season 2 (dulunya disebut PKN/KKN, karena
perubahan kurikulum jadi berdampak pada perubahan ‘sebutan’ istilah). Setelah
shalat dzuhur dan packing pun sudah selesai dari hari sebelumnya, merasa
bingung mau apa yang harus dikerjakan selanjutnya selain menunggu waktu
keberangkatan yang jatuh pada Jam 9 pagi, Hari Senin, 03 Maret 2014. Yup
ditengah-tengah kesibukan tingkat akhir jadi mahasiswa yang padat merayap,
menjadikan saya untuk sulit menulis lagi karena masih banyak tulisan yang belum
rampung, mulai dari cerita awal tahun 2014, cerita PKL Season 1, kepadatan
jadwal tingkat 3 yang benar-benar seperti tidak ada space untuk
bernafas, UAS susulan yang dikabarkan mendadak dan akhirnya tertunda sampai
selesainya PKL Season 2 dan pastinya cerita tentang PKL Season 2 yang bakalan
ikutan ngantri buat ditulis. Terus ‘menulis’ buat apa kalau begitu
Menulis sudah jadi kebutuhan jiwa bagi
beberapa orang yang hobbi menulis, walaupun cerita mereka tidak dan gak semua
dipajang dalam bentuk tulisan dikertas atau blog-blog, tapi sudah menjadi
sesuatu yang mendesak dalam hati dan pikiran jika tidak dituangankan dalam
bentuk tulisan. Simple sii alasanya hanya ingin mengubah sebuah ‘cerita’
menjadi kumpulan ‘kisah’ (ini alasan dasar saya dalam menulis) kenapa harus
dirubah ? karena cerita itu terlihat singkat dan untuk menjadikannya abadi
harus kita ubah dulu menjadi kisah agar tidak terlupakan oleh waktu yang cepat
berjalan. Oke cukup ! daripada kemana-mana mending dilanjutin dengan kisah
detik-detik menjelang PKL Season 2 ini.
Gak terasa ya sudah tingkat akhir
berstatus menjadi “Mahasiswa/i” di Poltekkes Kemenkes Jakarta II tepatnya di
Jurusan Kesehatan Lingkungan yang sebentar lagi kita akan melepaskan ‘atribut’
sebagai mahasiswa/i JKL Poltekkes Kemeneks Jakarta II. Yup itu adalah rasa yang
alamiah terjadi buat kawan-kawan di JKL Angkatan 2011, lumrah sii buat setiap
angkatan kalau sudah diujung tanduk perkuliahan hehe..Sudah hampir 3 tahun,
kita bersama, khususnya untuk kelas @keslingA_011. Semua cerita campur aduk ada
disini, mulai dari kompaknya, perang dinginnya, saingannya, ke-kanak-kanak-annya,
ke-ramai-annya, ke-kocak-kannya, ke-nyebelin-nya, ke-ngangenin-nya,
ke-ribet-annya dan ke-segala-gala-nya ada disini. Angkatan JKL 2011 juga
membuat jaket angkatan untuk memberikan kesan kekompakkan, walaupun ada suara
pro dan kontra-nya. Gak sadar loh sudah mau pisah kita, tapi jangan sedih
karena memang sudah jalannya kalau setiap pertemuan pasti ada perpisahan
didalamnya mau apapun bentuk pertemuan itu sekalipun suami-istri yang sudah
setia sampai nenek-kakek pasti ujung-ujungnya akan dipisahkan oleh takdir yang
pasti yaitu kematian. Jadi kesimpulannya boleh sedih tapi jangan sampai
terhuyung-huyung (berlebihan), toh pasangan dari pertemuan kan perpisahan dan
Allah memang menciptakan segala sesuatunya berpasangan bukan ??
Respon kawan-kawanku tentang
pemberangkatan PKL Season 2 ini pasti campur-campur ada yang versi 1 “yeeehh
akhirnyaaa PKL juga, jalan-jalan dapet pengalaman.. Alhamdulillah”. Ada
juga yang versi 2 “seneng siih bisa PKL ke luar daerah, kedesa pula dapet
pengalaman tapiiii…. Lamanya itu loh satu bulan satu rumah sama temen-temen
yang gak deket, dirumah orang pula..gimana yaaa”. Nah ada juga yang versi
3 “hhmm kenapa yaa PKL harus jauh-jauh kedaerah Jawa ? dipinggiran Jakarta
masih ada juga kok yang belum memenuhi syarat dari ilmu kesling”. Nah ini
versi yang ke 4 “yaaah namanya juga sistem emang udah begini, suka gak
suka, mau gak mau, ikutin ajahlah”, versi ke 4 ini adalah kategori
kelompok yang pasrah haha. Dan kalian termasuk versi yang mana ? oke lupakan
versi-versi respon diatas tadi, terlepas dari berbagai versi respon tersebut
ternyata versi 4 atau versi pasrah yang jadi pemenangnya ya gak ? Tapi
ingaaatttt !! PKL Season 2 ini pasti bakalan berkesaaaann banget buat kita
semua, terlepas dari ‘enak’ atau ‘gak enak’-nya perjalanan kita nanti. Kenapa
?? karena pasti perjalanan kita ini bakalan terlontar dari bibir kita yang akan
kita ceritakan kepada orang-orang terdekat kita tentang pengalaman kita disana,
bahkan tanpa mereka bertanya pasti ada rasa antusias kita untuk bercerita.
Mahasiswa/i dalam satu angkatan
dicampur dan diacak serta dimasukkan dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Yup
pembelajaran baru akan dimulai bersama-sama dengan ke-tidak-tahu-an dari
masing-masing orang, ini adalah pembelajaran dari universitas kehidupan.
Pembelajaran awal sebelum kita mendapatkan pembelajaran selanjutnya
dipenghujung kuliah nanti untuk tugas akhir kuliah kita. Disini, kita akan
sama-sama tahu bagaimana karakter teman-teman kita yang ada disekeliling kita,
walaupun awalnya kita belum ada rasa peduli untuk tahu tentang teman-teman kita
sebelumnya. Disini, kita akan bertindak dewasa tanpa kita sadari karena kita
akan secara alami untuk ‘di-tuntut’ tidak egois satu sama lain (terlepas dari
keinginan kita masing-masing). Disini, kita akan diterjunkan kemasyarakat desa
dan mendapatkan ‘amanah’ (bukan sekedar tanggung jawab) untuk mencerdaskan
warga didesa agar mendapatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya (sesuai
dengan tujuan dari ilmu kesling) dan merupakan bagian dari HAM (Hak Azasi
Manusia). Pembelajaran hidup yang luar biasa bukan ? dan ini adalah mata kuliah
alami dari universitas kehidupan yang nilainya dinilai langsung oleh paradigma
masing-masing orang dan dipengaruhi oleh ke-subjektif-an seseorang terhadap
seseorang lainnya. Waw ternyata beratan nilai ini ya dibanding nilai angka
diatas kertas putih selama ini ???? (mikirkeras).
Semua kawan-kawan pasti sudah
mepersiapkan atau sedang mem-fix-kan persiapannya untuk keberangkatan besok.
Untuk kelas @keslingA_011, pada hari senin sebelum pemberangkatan akan
menggunakan baju samaan dengan warna ‘biru dongker” dan berencana untuk
berfoto-foto dulu. Ini ide yang bagus, karena dengan acara foto bersama ini
setidaknya akan melupakankan rasa ke-tidak-kompak-an yang pernah terjadi dan meleburkan
jiwa-jiwa menjadi satu kembali. Pastinya ini kenangan yang tidak akan pernah
terlupakan dan akan kami pamerkan kepada keluarga dan anak-anak kami nantinya. Moment
ini adalah kebahagiaan yang sederhana, yang membuat bibir kami melengkung manis
ketika mengingat dan melihat foto tersebut. Semoga dengan kejadian-kejadian
yang kita alami bersama selama ini, menjadikan kita makin dewasa dan tetap kompak,
merubah segala yang kurang dari setiap masing-masing dalam diri kita untuk bisa
sama-sama melebur dalam satu kesatuan jiwa.
Teruntuk sahabat kami yang sudah
berjalan menuju keabadian, Bang Fikri… Fikri Yudha Nugraha, maaf kalau
sekiranya difoto kami dengan baju samaan berwarna biru dongker, abang tidak ada
bukan berarti abang tidak akan kami ceritakan ke anak-anak kami nanti, tetap
akan kami ceritakan bahwa kami pernah kehilangan sosok kawan sekaligus abang
saat kami berkuliah disini. Doa kami selalu terpanjat untukmu bang..
Masing-masing dari kita adalah peran
utama untuk melukiskan pelangi disetiap kertas putih yang orang lain punya,
entah warna apa yang dilukiskan kita tidak saling tahu yang kita tahu adalah
gambar tersebut merupakan hasil dari orang yang berada disekeliling kita. I
LOVE YOU GUYS AND WE ARE LOVE EACH OTHERS.
Terimakasih kawan-kawan ku sudah mau melukiskan pelangi
diatas kertas putih ku yang awalnya kosong tanpa warna.
![]() |
| Tahun 2011 |
![]() |
| Tahun 2012 |
![]() |
| Tahun 2013 |
![]() |
| Tahun 2014 |









